Pilah-pilih Sedotan Non-Plastik yang Tepat

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 14:06 WIB
Pilah-pilih Sedotan Non-Plastik yang Tepat ilustrasi sedotan (Kapa65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesadaran akan kelestarian dan keselamatan lingkungan membawa gerakan baru di kalangan masyarakat. Ini dimulai dengan langkah kecil yakni meninggalkan kebiasaan memakai sedotan plastik. Beberapa restoran cepat saji bahkan benar-benar tidak lagi menyediakan sedotan. 

Jika sudah terbiasa minum dengan sedotan, rasanya tak nyaman bila minum langsung dari gelas apalagi saat minum minuman dingin. Oleh karena itu kini banyak pilihan alternatif sedotan dari bahan-bahan selain plastik. Sebelum menentukan sedotan mana yang pas, berikut beberapa pertimbangan untuk Anda.

1. Sedotan alumunium


Di toko-toko online, banyak menyediakan aneka pilihan sedotan alumunium. Mau yang bengkok atau yang lurus, semua ada. Bahkan sebagian besar toko menyediakan sepaket dengan sikat pembersih sedotan. 
Ada 
Keuntungan menggunakan sedotan alumunium :
* Kuat, sedotan ini memungkinkan orang bisa menikmati jus jeruk langsung dari buahnya  dan tidak mempengaruhi rasa produk yang dikonsumsi. Sedotan pun awet meski dibawa bepergian.
* Aman, sedotan alumunium lebih aman daripada sedotan plastik karena bebas BPA (bisphenol A) atau bahan kimia berbahaya yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan. 
* Mudah dibersihkan dan bisa digunakan berkali-kali.
* Minuman dingin rasanya makin dingin.


Meski hadir dengan berbagai kelebihan, sedotan alumunium pun punya kekurangan. Anda jelas tidak bisa mengandalkan mesin pencuci piring karena diameter sedotan sangat kecil.

Sebaiknya gunakan sedotan alumunium untuk minum minuman selain minuman hangat atau panas. 

Di samping itu, jika Anda gemar menggigiti sedotan saat minuman sudah terkuras habis harus berpikir ulang saat ingin menggigit sedotan alumunium ini. 

2. Sedotan kaca

Untuk sedotan yang lebih 'artsy', sedotan kaca tampaknya lebih menarik daripada alumunium. Minum dengan sedotan ini membuat Anda bisa memperhatikan warna minuman yang melewati sedotan. Suatu pengalaman minum yang beda dan tak akan didapat saat memakai sedotan alumunium. 

Biasanya sedotan kaca dibuat khusus untuk mimun minuman berampas besar semisal es cendol. 

Keuntungannya :
* Awet, sedotan kaca tahan lama dan tidak menuntut penggunanya untuk segera membersihkan setelah dipakai.
* Bisa dibersihkan dengan mesin pencuci piring atau dengan sikat khusus.
* Mau minuman panas atau dingin semua aman.

Namun jika dibawa bepergian mungkin sedotan ini akan bikin 'deg-degan' tiap waktu. Pasalnya, bahan kaca memang rapuh apalagi jika Anda termasuk orang yang cukup ceroboh.


3. Sedotan bambu

Alam sebenarnya sudah menyediakan sedotan untuk kita lewat bambu. Ada jenis bambu mini dan bisa dimanfaatkan sebagai sedotan. Sedotan pun lebih ringan jika dibandingkan dengan sedotan alumunium maupun kaca. 

Keuntungannya :
* Mudah dibersihkan, dengan atau tidak memakai sikat karena lubangnya cukup besar.
* Sedotan bisa digunakan untuk minuman berampas.
* Cocok untuk acara tematik, apalagi jika mengambil tema alam.
* Ringan dan mudah dibawa ke mana pun.

Akan tetapi, sebagian orang merasa bahwa sedotan ini bisa memberikan rasa bambu atau kayu pada minuman. Namun sebagian tak merasakan apapun. Ini kembali pada preferensi orang dan jenis minuman. 

4. Sedotan kertas

Kertas rupanya juga bisa jadi bahan alternatif untuk sedotan. Buat restoran-restoran cepat saji atau jenis restoran lain, sedotan kertas bisa dimanfaatkan sebab meski sekali pakai sedotan ini tetap ramah lingkungan.

Restoran pun bisa membeli dalam jumlah besar dan harganya tak semahal sedotan alumunium atau kaca. 

Keuntungannya :
* Bervariasi, sedotan kertas punya warna dan motif beraneka ragam. Ini bisa menyesuaikan kebutuhan atau tema.
* Bisa didaur ulang, sebagian produk sedotan kertas bisa didaur ulang atau bahkan dikomposkan.
* Awet, sedotan kertas ada pula yang bisa dipakai lebih dari sekali. 

Selain keuntungan di atas, perlu dipertimbangkan untuk jenis minuman yang kental seperti smoothies, sedotan cenderung 'meleleh' apalagi tenaga yang dekeluarkan untuk menyedot cukup besar. Selain itu, makin lama sedotan direndam, sedotan berisiko lembek. (els/chs)