Warisan Panji Sekartaji dalam Ikat Kediri ala Didiet Maulana

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 14:02 WIB
Warisan Panji Sekartaji dalam Ikat Kediri ala Didiet Maulana Didiet Maulana berkreasi dengan tenun ikat Kediri dan menjadikannya blus, gaun mini, dan jumpsuit yang kasual bertemakan legenda Panji Amoro-Dewi Sekartaji. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Legenda Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji dari Kediri jadi inspirasi Didiet Maulana merancang koleksi baru Ikat Indonesia. Keberanian Panji dan Sekartaji mengembara menemukan cinta sejati itu tertuang dalam detail busana yang menggunakan tenun ikat Kediri.

Didiet lantas memberi tajuk koleksi ini Warisan Agung Panji Sekartaji. Warisan itu ditampilkan lewat pilihan motif dan garis potongan busana yang tegas.

"Keberanian dan keteguhan hati Sang Panji saya wujudkan dalam desain busana," kata Didiet dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com saat peragaan busana Ikat Indonesia di gelaran Jogja Fashion Festival (JFF) 2019, Sabtu (9/3) malam.


Didiet mengolah tenun ikat Kediri itu menjadi busana kasual untuk perempuan. Atasan berupa blus, gaun mini, dan jumpsuit menghiasi 16 tampilan yang dipamerkan di hari kedua JFF ini.


Busana itu dibuat dengan ragam potongan yang kekinian, misalnya gaun yang mengembang, penarikan beberapa bagian dan bermacam jenis lengan.

Lewat gaya kasual ini, Didiet ingin tenun ikat dapat dipakai dalam kegiatan sehari-hari, bukan hanya acara formal seperti yang selama ini melekat pada tenun ikat.

Koleksi terbaru Ikat Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah Kota Kediri menggunakan tenun ikat asal Kediri.Koleksi terbaru Ikat Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah Kota Kediri menggunakan tenun ikat asal Kediri. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Motif khas tenun Kediri seperti ceplok, es lilin dan lurik mendominasi koleksi Warisan Agung Panji Sekartaji ini. Warna-warna cerah seperti merah, cokelat, hijau, ungu, dan biru dipilih agar semakin pas dengan perempuan yang aktif.

Bahan yang tipis dari tenun Kediri membuat koleksi ini tampak ringan dan nyaman dikenakan. Tenun Kediri memang dibuat dari bahan katun dan sutra yang ringan. Inilah yang membedakan dari tenun ikat daerah timur Indonesia. Tenun ikat Kediri juga disebut memiliki kerapatan benang yang lebih tinggi.

Didiet mendapatkan Tenun ikat ini hasil dari para pengrajin dan siswa-siswa SMK di Kediri. Tenun ikat ini dibuat melalui 14 tahap pengikatan warna. Proses penenunan satu potong kain tenun Ikat berukuran dua meter dibuat dalam waktu tiga hari.

Penggunaan tenun ikat Kediri ini merupakan hasil kerja sama Ikat Indonesia dengan pemerintah Kota Kediri.


"Ini merupakan inisiasi dari kami. Sudah dua tahun kami bekerja sama dengan Ikat Indonesia, ini proyek yang kedua untuk mengangkat kain lokal kami yaitu tenun ikat Kediri," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kediri Ferry Silviana Abu Bakat kepada CNNIndonesia.com usai peragaan busana.

Ferry yang hadir mewakili pemerintah Kota Kediri dan Ikat Indonesia mengaku menggandeng desainer nasional seperti Didiet Maulana merupakan cara untuk memperkenalkan tenun ikat khas Kediri.

"Harapannya dengan menggandeng desainer nasional para pengrajin Kediri punya rasa percaya diri. Setelah kerja sama kain kami dipakai banyak kalangan seperti Ibu Sri Mulyani dan klien Ikat Indonesia," ungkap Ferry.

Penjualan tenun ikat Kediri pun mengalami peningkatan. Ferry menyebut sebanyak 20 industri rumahan tenun ikat di Kediri berhasil menyerap banyak tenaga kerja. (ptj/end)