Hari Tidur Sedunia

Mendengkur Bukan Berarti Tidur Nyenyak

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 19:24 WIB
Mendengkur Bukan Berarti Tidur Nyenyak ilustrasi mendengkur (Istockphoto/tommaso79)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ngorok atau mendengkur sering kali dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. Namun ternyata anggapan ini hanya mitos belaka. Mendengkur merupakan tanda bahaya yang dapat menyebabkan gangguan tidur.

Praktisi kesehatan tidur dokter Andreas Prasadja menyebut banyak orang menganggap remeh mendengkur. 

"Banyak orang masih berpikir bahwa mereka memiliki masalah tidur hanya saat mereka tidur di malam hari dan berpikir mendengkur berarti mereka tidur nyenyak. Ini tidak benar," kata Andreas dikutip dari keterangan pers Hari Tidur Sedunia yang diterima CNNIndonesia.com dari Philips, Jumat (15/3).


Andreas yang praktik Snoring and Sleep Disorder Clinic, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, menjelaskan mendengkur dapat menyebabkan Obstructive Sleep Apnea (OSA) yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas. Gangguan ini dikaitkan dengan sejumlah penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, dan impotensi.

"Menurut sebuah penelitian, prevalensi OSA di Indonesia diperkirakan sekitar 17 persen. Sangat penting untuk menyadari bahwa ketika Anda terus mendengkur, itu bukan tanda tidurnya nyenyak," tutur Andreas.

OSA memiliki gejala berupa gangguan pernapasan atau berhenti bernapas beberapa kali sepanjang tidur sehingga dapat membuat oksigen gagal menuju paru-paru. OSA juga ditandai dengan tersedak atau nafas tersengal saat tidur, dengkuran yang permanen dan keras, kelelahan berlebihan dan konsentrasi yang buruk di siang hari. 


Selain mendengkur, Andreas juga mengungkapkan masalah lain yang banyak dialami orang Indonesia terkait gangguan tidur. Andreas banyak menemui orang yang mengantuk di siang hari dan susah tidur atau insomnia. Menurut Andreas, mendengkur, kantuk di siang hari, dan insomnia merupakan masalah yang banyak dilaporkan oleh pasiennya.

"Masih banyak yang menganggap bahwa mengantuk di siang hari sebagai kemalasan dan bahwa rasa mengantuk itu harus dibasmi, tanpa mencoba memahami kenapa mereka mengantuk. Mereka mencoba untuk 'bangun' dengan minum kopi atau mengonsumsi vitamin," ucap Andreas.


Menurut Andreas, cara itu tidak tepat lantaran yang harus diselesaikan adalah penyebab mengantuk di siang hari. Mengantuk biasanya berasal dari gangguan tidur yang menyebabkan tidur tidak berkualitas di malam hari. 

Hari Tidur Sedunia diperingati setiap Jumat pada pekan menjelang musim semi. Tahun ini, Hari Tidur Sedunia yang jatuh pada 15 Maret mengusung tema Healthy Sleep, Healthy Aging. Slogan ini berarti tidur yang sehat dan menyebabkan penuaan yang sehat. (ptj/chs)