Ketika Tenun Punya Sentuhan Jepang dan Amerika

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 23/03/2019 14:57 WIB
Ketika Tenun Punya Sentuhan Jepang dan Amerika Lekat meluncurkan label teranyarnya Lekat Dua. (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah menjadi salah satu label busana yang menjadi hype beberapa waktu lalu dan juga menciptakan trennya sendiri, Lekat akhirnya memunculkan label keduanya, Lekat Dua.

Dalam koleksi perdananya yang ditampilkan dalam ajang fesyen Fashion Nation di Senayan City beberapa hari lalu, Mandy menyuguhkan koleksi busana terbarunya dengan bahan dasar tenun Baduy.

Namun, koleksi Lekat Dua memang terlihat berbeda dengan koleksi Lekat. Koleksi Lekat lebih terlihat etnik dibandingkan dengan koleksi Lekat Dua.


Lekat Dua menyuguhkan berbagai koleksi yang lebih kasual, santai, dan bergaya anak muda. Lekat Dua menawarkan lebih banyak gaya yang lebih muda.

Lekat Dua, label anyar Lekat dengan pendekatan yang lebih kasual dan santai.Lekat Dua, label anyar Lekat dengan pendekatan yang lebih kasual dan santai. (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)

Dalam koleksi terbarunya ini Mandy mengungkapkan, memang mengolah tenun Baduy untuk busana yang lebih simpel, modern, dan terjangkau.

Koleksinya terinspirasi dari karya Ellsworth Kelly yang menggunakan warna-warna kontras seperti biru dan merah, magenta dan hitam, jingga dan hijau. Dia juga membuat koleksinya dalam ukuran yang kebanyakan oversize yang tengah tren saat ini.

"Saya juga terinspirasi dari gaya-gaya Jepang," ucapnya.

Gaya ini juga dituangkan dengan penggunaan kaos kaki panjang dan sneaker. Tak lupa bucket hat dan juga tas berukuran super besar juga ditambahkan menjadi detail dalam koleksi perdana ini.


Koleksi celana panjang semata kaki, blazer, coat, jaket. vest ala Lekat dengan umbainya juga masih ditampilkan di Lekat Dua.

Lekat Dua juga sekaligus memperkenalkan muse terbaru mereka, pebisnis daring Maya Miranda Ambarsari dari JD.ID.

"Saya melihat Lekat Dua punya potensi besar. Konsistensinya untuk memanfaatkan tenun agar populer di kalangan anak muda perlu diacungi jempol," katanya kepada CNNIndonesia.com. (chs/chs)