Louis Vuitton Tak Akan Jual Koleksi Terkait Michael Jackson

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 13:43 WIB
Louis Vuitton Tak Akan Jual Koleksi Terkait Michael Jackson Michael Jackson (AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah mode Louis Vuitton angkat suara mengenai dugaan kontroversi pelecehan seksual penyanyi Michael Jackson. Label ini menyatakan tidak akan memproduksi koleksi yang terinspirasi dari penyanyi berjuluk King of Pop itu. Koleksi anyar Louis Vuitton berupa busana pria musim gugur 2019 itu terinspirasi dari Jackson.

Keputusan Louis Vuitton ini merupakan respons terhadap reaksi publik yang muncul setelah penayangan dokumenter Leaving Neverland. Dalam dokumenter itu, dua pria yakni Wade Robson dan James Safechuck yang mengaku telah dilecehkan oleh pelantun Heal the World itu saat mereka masih kecil. 

"Kami tidak akan memproduksi semua produk yang secara langsung menampilkan elemen terkait Michael Jackson dan meyakinkan bahwa koleksi yang pada akhirnya akan menjangkau toko murni mencerminkan nilai-nilai sebenarnya dari merek dan direktur artistik kami," kata Louis Vuitton dalam sebuah pernyataan.


Direktur artistik Louis Vuitton Virgil Abloh mengaku tidak mengetahui mengenai tuduhan pelecehan seksual terhadap Michael Jackson saat membuat koleksi itu. Koleksi Louis Vuitton itu diperagakan di hadapan publik pada 17 Januari lalu, sementara pemutaran Leaving Neverland baru berlangsung pada 25 Januari.


Abloh menyebut niat awal koleksi busana itu terinspirasi dari sosok Michael Jackson sebagai seniman budaya pop.  

"Itu hanya merujuk pada kehidupan publiknya yang kita semua tahu dan warisannya yang telah mempengaruhi seluruh generasi seniman dan desainer," tutur Abloh.

Koleksi yang Louis Vuitton yang terinspirasi dari Jackson itu terdiri dari atasan bertahtakan payet seperti kostum panggung Jackson dan kaus bergambar kaki yang memakai sepatu dan kaus kaki putih yang jadi ciri khas Jackson saat melakukan moonwalk. Ada juga pakaian berlapis berwarna abu-abu, luaran, kemeja, dan sweater.

"Saya sadar bahwa sehubungan dengan film dokumenter ini, telah menimbulkan reaksi emosional. Saya dengan tegas mengutuk segala bentuk pelecehan anak, kekerasan atau pelanggaran terhadap hak asasi manusia," kata Abloh dalam sebuah pernyataan yang dirilis secara eksklusif di WWD.

[Gambas:Video CNN] (ptj/chs)