Berkah dan Kutukan 'Game of Thrones' bagi Warga Dubrovnik

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 14:38 WIB
Berkah dan Kutukan 'Game of Thrones' bagi Warga Dubrovnik Turis di kawasan Stradun, Dubrovnik, Kroasia. (Denis LOVROVIC / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ivan Vukovic bekerja sebagai pemandu wisata. Setiap hari ia menghabiskan waktu mengantar turis ke sejumlah destinasi wisata di Dubrovnik, Kroasia.

Namun ia tak mengantar turis ke destinasi wisata sungguhan, melainkan ke destinasi wisata fiksi berupa lokasi syuting serial televisi Game of Thrones. Dan Dubrovnik merupakan lokasi syuting King's Landing.

Dubrovnik yang merupakan kawasan rumah bagi banyak kastel tua tak lagi menjadi monopoli turis yang datang dengan kapal pesiar. Saat ini kota itu juga semakin ramai dengan turis penggemar Game of Thrones.


Sejak ditayangkan pertama kali pada tahun 2011, Dubrovnik diramaikan oleh turis yang ingin mengunjungi lokasi syuting King's Landing.

Tahun ini diperkirakan jumlah turis yang datang semakin banyak terkait musim terakhir serial Game of Thrones pada 14 April mendatang.

Vukovic berpendapat bahwa keramaian turis ini bisa menjadi berkah sekaligus kutukan.

"Banyak orang yang datang ke Dubrovnik namun kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan orang-orang itu," ujar Vukovic yang juga mengatakan bahwa jalanan di sekitar Dubrovnik semakin macet akibat kedatangan turis.

Lebih dari separuh turnya meliputi kawasan King's Landing dan sebagian fokus pada sejarah asli Dubrovnik, kawasan yang dibangun sejak abad ke-tujuh yang masuk daftar bersejarah UNESCO, rumah bagi gereja, istana, dan air mancur dengan pemandangan langsung ke Laut Adriatik yang berkilauan.

Warga lokal tak lagi kaget ketika ada sekelompok turis yang berteriak "Shame! Shame! Shame!" dari Jesuit Staircase, yang meniru adegan saat Ratu Cersei dipaksa berjalan telanjang setelah mengaku melakukan perzinahan.

Overtourism

Pemilik restoran pizza, Niko Grljevic, mengatakan dia tidak keberatan dengan penggemar Game of Thrones, meski ia lebih suka turis yang datang untuk menikmati Dubrovnik.

Bar di sebelah restorannya menawarkan koktail 'Mojito of Shame', sementara toko-toko suvenir di jalan utama menawarkan pembuka botol Game of Thrones seharga 40 euro (sekitar Rp638 ribu), kaus seharga 34 euro (sekitar Rp542 ribu) dan mug seharga 20 euro (sekitar Rp319 ribu).

Grljevic adalah warga asli Dubrovnik, kawasan yang telah ditinggalkan banyak warganya karena mereka memilih rumahnya disewakan seharga 10 ribu euro (sekitar Rp159 juta) per meter persegi.

Dari populasi sebanyak 5.000 di awal 1990-an, jumlah warga Dubrovnik turun menjadi sekitar 700 orang.

Dubrovnik mulai menjadi lokasi syuting muncul di musim kedua Game of Thrones. Setelah itu sepanjang tahun 2012 sampai 2015 tercatat sebanyak 244 ribu turis mendatangi kota ini setiap tahunnya dengan total pengeluaran 126 juta euro, menurut Institute of Economics yang berbasis di Zagreb.

Jumlah turis Game of Thrones ditambah dengan turis biasa meningkatkan kekhawatiran serbuan turis (overtourism) di Dubrovnik pada tahun lalu, ketika lebih dari 1,2 juta turis mendatangi kota yang menjadi tempat tinggal 42 ribu warga.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang mengatur waktu kunjungan kapal pesiar dan telah menyiapkan kamera di kota untuk memantau arus kerumunan.

King's Landing

Tak sedikit warga Dubrovnik yang resah dengan overtourism di kotanya.

Gordan Prislic, seorang pensiunan berusia 70 tahun, mengakui Game of Thrones telah membuat kotanya populer namun berujung pada masalah keramaian turis.

"Bahkan merpati untuk mendarat. Saya khawatir industri pariwisata akan menghancurkan kota kuno ini," kata Prislic.

Vukovic juga berkomentar tentang bagaimana kota tua ini telah berubah menjadi pusat perbelanjaan bagi para turis, yang unggahan Instagram-nya sering menampilkan #KingsLanding sebagai tagar kedua setelah Dubrovnik.

Dia memulai turnya dengan mengajak orang untuk minum air dari air mancur abad pertengahan yang berdiri di tengah kota.

"Ini satu-satunya yang gratis di sini," katanya.

Dulu ia sering mengenakan kaus "Dubrovnik jauh lebih menarik dari King's Landing", tetapi ia khawatir itu membuat sebal dengannya lalu memberinya ulasan buru di situs panduan wisata.

"Bagi anak muda, film dan media sosial menjadi lebih penting daripada sejarah," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(ard)