Iklan Makan Burger Pakai Sumpit, Burger King Dianggap Rasial

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 12:18 WIB
Iklan Makan Burger Pakai Sumpit, Burger King Dianggap Rasial ilustrasi Burger King (Dok. Burger King)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontroversi soal sumpit 'rasis' kembali terjadi. Setelah kasus Dolce & Gabbana yang membuat iklan tentang seorang perempuan China yang kesulitan makan makanan Italia dengan sumpit, kini giliran Burger King yang mengalaminya.

Burger King Selandia Baru 'diserang' warga net karena meluncurkan iklannya yang dianggap memiliki muatan rasial. Dalam iklannya, restoran jaringan burger dunia ini terlihat mengunggah sebuah klip pendek yang memperlihatkan seseorang yang makan burger dengan menggunakan sumpit.

Di bagian bawahnya bertuliskan: "Bawa indera perasa Anda sampai ke Ho Chi Minh lewat cita rasa Vietnamese Sweet Chilli Tendercrisp."


Media sosial menuduh iklan ini sebagai bagian dari hal yang tak sensitif pada budaya. Bahkan ada seorang perempuan yang mengatakan bahwa restoran burger tersebut mengejek Asia.


"Ini cara orang Asia makan," kata perempuan itu dengan nada sarkastik, dikutip dari Metro.

Banyak yang menyebut iklan ini sebagai Orientalism.

"Orientalism adalah kesenangan yang tak berbahaya. Saya sudah lelah dengan rasisme. Dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah mengejek budaya lain. #GiveNothingToRacism," katanya.

"Saya tak percaya ketidakpedulian seperti ini masih terjadi di 2019," kata Maria Mo, seorang warga keturunan Selandia Baru dan Korea kepada CNN.

"Saya tak percaya bahwa konsep seperti ini bisa diterima oleh perusahaan besar."

Karena banyaknya kecaman dari warga net, Burger King Selandia Baru akhirnya menarik iklan tersebut dari penayangan di media sosial, baik di instagram, twitter maupun facebook. Meski demikian menu burger Vietnam ini masih ada di dalam menu baru mereka.

[Gambas:Instagram]

Ketika dikonfirmasi, juru bicara Burger King mengatakan kepada CNN bahwa perusahaan sudah meminta kepada franchisee di Selandia Baru untuk menghapus iklan tersebut secepatnya.

"Iklan yang dipertanyakan itu tidak sensitif dan tidak mencerminkan nilai dari brand atau merek kami terkait keragaman dan inklusi," katanya dalam sebuah pernyataan. (chs/chs)