Tahun Ini Kelimutu Mendaftar Sebagai Geopark Nasional

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 05:04 WIB
Tahun Ini Kelimutu Mendaftar Sebagai Geopark Nasional Danau tiga warna di Taman Nasional Kelimutu. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taman Nasional Kelimutu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), beserta beberapa kawasan lain di sekitarnya akan didaftarkan sebagai taman bumi (geopark) nasional.

Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad, menuturkan wilayah geopark Kelimutu akan mencakup 12 kecamatan yang lengkap dengan aspek keragaman geologi, hayati, dan budaya.

"Tahun ini kami daftarkan secara nasional untuk geopark Kelimutu dan Pak Bupati juga sudah mengeluarkan surat keputusan tentang geopark Kelimutu ini," ujar Djafar seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (17/4).


Ia menambahkan pemerintah setempat telah bekerjasama dengan Geopark Ciletuh di Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan geopark Kelimutu.

Pihaknya menargetkan geopark Kelimutu akan terdaftar sebagai bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG) di tahun 2021.

"Sehingga nanti NTT juga memiliki geopark dunia, selain yang kini sudah ada di Jawa Barat, NTB, dan Bali," katanya.

Kawasan Kelimutu yang di dalamnya terdapat Taman Nasional Kelimutu, dengan ikon utama danau tiga warna (Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo), terus dikembangkan untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

Taman Nasional Kelimutu merupakan rumah bagi beragam jenis satwa eksotis, salah satunya Elang Flores (Spizaetus floris).

Sebelumnya elang flores menjadi perhatian Bupati Ende, Marsel Petu. Ia menyampaikan kekhawatirannya terkait populasi Elang Flores di Taman Nasional Kelimutu yang hanya tersisa 10 ekor saja.

Elang flores merupakan jenis burung karnivora yang berukuran besar, burung ini bisa mencapai panjang 82 cm. Meskipun dinamai Elang Flores, namun burung ini juga bisa ditemui di Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca.

Burung ini biasa menghuni hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana hingga ketinggian 1600 mdpl. Diperkirakan populasi Elang Flores di seluruh dunia hanya tersisa 250 ekor.

[Gambas:Video CNN] (agr)