Mat Kodak Versus Smartphone di Menara Kudus

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 18:10 WIB
Mat Kodak Versus Smartphone di Menara Kudus Mat Kodak yang beroperasi di Menara Kudus. (ANTARANEWS/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mat Kodak alias tukang foto keliling di kawasan objek wisata Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah, kini harus berhadapan dengan saingan terberatnya: telepon genggam berkamera.

Haris, satu dari puluhan Mat Kodak yang beroperasi di objek wisata Menara Kudus mengakui jumlah wisatawan yang menggunakan jasa juru foto terus berkurang.

"Total fotografer keliling di objek wisata Menara Kudus berjumlah 30 orang, yang masih aktif saat ini tersisa 15 orang karena hasilnya makin menurun dibandingkan sebelum merebaknya smartphone," kata Haris, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa pada Selasa (23/4).



Beberapa wisatawan ada yang tertarik dengan tawaran jasanya. Namun tak sedikit yang menawar tarifnya dengan harga sangat murah.

Haris mematok harga Rp20 ribu untuk sekali jepret untuk foto ukuran 4R. Sedangkan untuk foto ukuran 2 R dipatok seharga Rp10 ribu.

Keuntungan yang diperolehnya lalu dibagi dengan penyedia jasa cetak foto.

Makin canggihnya telepon genggam berkamera saat ini menurut haris memang berpengaruh terhadap pemasukan yang diperoleh para Mat Kodak.

Sebelum penggunaan telepon genggam berkamera meluas, dia mengaku dalam sehari bisa melayani sekitar 60 kali jepretan. Sedangkan saat ini meskipun sedang masa liburan jumlahnya bisa berkurang sekitar 20 persen.


Hengki Kurniawan, wisatawan asal Lampung, mengakui masih tertarik menggunakan jasa Mat Kodak. Alasannya foto bisa langsung dicetak, dibawa pulang, lalu dipajang di rumah.

"Hasil pengambilan gambar lewat telepon genggam berkamera memang bisa dicetak sendiri, tapi lebih repot karena mengurus sendiri," ujarnya.

Senada dengan Hengki, Yanto, wisatawan asal Purwodadi, juga mengaku lebih senang menggunakan jasa Mat Kodak.

"Meskipun saya juga sudah mengabadikan kunjungan ke Menara Kudus dengan smartphone, tapi ketika sampai di rumah terkadang malas untuk mencetaknya," katanya.

Bukan cuma Mat Kodak yang berharap berkah di Menara Kudus. Tukang cetak yang bekerjasama dengan mereka juga sekarang bisa dibilang ikut harap-harap cemas dengan keberadaan telepon genggam berkamera.

Salah satu tukang cetak foto yang beroperasi dekat objek wisata yang enggan disebutkan namanya mengaku kalau dirinya masih mendapatkan orderan mencetak, meski tak setiap hari.

"Kondisi ramai seperti itu memang tidak bisa diharapkan setiap hari karena kunjungan wisata setiap harinya berbeda-beda jumlahnya," ujarnya.

Ia mencontohkan akhir pekan biasa dirinya bisa menerima orderan, namun begitu memasuki Ramadan akan sepi karena banyak umat Islam yang fokus beribadah.


[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)