Alasan di Balik Organ Intim Wanita yang Membengkak

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 23:03 WIB
Alasan di Balik Organ Intim Wanita yang Membengkak Ilustrasi wanita. (Foto: DieterRobbins/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cedera setelah berhubungan intim bukanlah hal yang mustahil. Sebut saja mulut rahim yang terasa sakit, penis patah, hingga tak jarang organ intim wanita yang membengkak.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat terlalu banyak penetrasi saat berhubungan seks. Selain itu, cedera juga bisa terjadi akibat seks yang terlalu kasar atau lubrikasi yang kurang.

Faktanya, beberapa hal mampu membuat organ intim wanita mengalami bengkak. Berikut mengutip berbagai sumber.


1. Kurang lubrikasi
Sesi foreplay diperlukan untuk memastikan organ intim kewanitaan siap. Secara alami, vagina bisa membasahi dirinya sendiri. Namun, banyaknya cairan yang diproduksi berbeda-beda pada tiap wanita akibat sederet faktor seperti sedang menjalani pengobatan dan perubahan hormon.

Tetap sediakan lubrikan agar bercinta tak terganggu rasa sakit saat penetrasi. "Kekurangan lubrikasi adalah faktor terbesar, tetapi saya juga mempertimbangkan alergi lateks atau alergi pada bahan lubrikan tertentu," kata Kristyn Brandi, spesialis kandungan sekaligus konsultan perencanaan keluarga di Rutgers University, New jersey Medical School, Newark, New Jersey mengutip dari Refinery29.

2. Vulvar dermatitis
Dalam istilah medis, dermatitis berarti peradangan kulit. Peradangan bisa dialami oleh vulva akibat adanya iritasi pada kulit atau reaksi alergi.

Ahli ginekologi Columbia University, Mary Rosser mengatakan, gejala vulvar dermatitis ditandai dengan timbulnya rasa panas dan gatal. Jika gejala terasa, sebaiknya jauhkan vulva dari produk sabun dengan aroma tertentu.

Cukup bersihkan area kewanitaan dengan air. Saat mandi, coba untuk tidak melepas pakaian dalam. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor pemicu pembengkakan dari sabun mandi.

"Mengidentifikasi dan menghilangkan iritan akan mengurangi gejala," imbuh Rosser, mengutip Self.

3. Infeksi jamur
Infeksi jamur bisa mengakibatkan peradangan vagina. Salah satu gejalanya ada pembengkakan.

Infeksi terjadi akibat pertumbuhan jamur secara berlebih. Jamur ini merupakan flora alami yang dimiliki vagina untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalamnya.

Namun, pertumbuhan jamur yang tak terkontrol menimbulkan infeksi. Kebiasaan sepele seperti jarang mengganti celana dalam bisa memicu pertumbuhan jamur.

4. Seks terlalu kasar
Saat terangsang, organ intim wanita terkesan membengkak. Ini terjadi akibat aliran darah yang banyak menuju vulva dan vagina sebagai respons rangsangan. Namun, jika terjadi pembengkakan setelah penetrasi, artinya seks dilakukan terlalu kasar.

"Saat seks kasar, jaringan sedikit mengalami trauma. Seperti jaringan lain yang terkena trauma, vagina dan vulva bisa trauma," kata ahli ginekologi, Prudence Hall.

Jika bengkak, kompres organ intim dengan es batu yang dibalut kain untuk meringankan bengkak.

5. Alergi lateks
Ada kondom yang terbuat dari lateks atau campurannya. Untuk sebagian wanita, lateks bisa menimbulkan alergi dengan reaksi bengkak dan gatal.

Center of Disease Control (CDC) mencatat, 1 dari 6 persen populasi orang Amerika Serikat sensitif dengan lateks.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)