Karibia Kedatangan Kapal Pesiar Pembawa Virus Berbahaya

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 18:06 WIB
Karibia Kedatangan Kapal Pesiar Pembawa Virus Berbahaya Pemandangan Curacao di Kepulauan Karibia. (Istockphoto/Martinelli73)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Curacao di Kepulauan Karibia mengatakan bahwa mereka akan melakukan segala cara untuk mencegah penyebaran campak dari kapal pesiar milik Gereja Scientology, setelah seorang anggota kru terserang penyakit tersebut.

Freewinds, yang meninggalkan St. Lucia pada hari Jumat (10/5), tiba kembali di pelabuhan asalnya di Curacao, Sabtu (11/5).

Ada sekitar 300 orang di atas kapal, menurut otoritas pelabuhan St. Lucia.



Pemerintah Curacao mengatakan akan "melakukan segala tindakan pencegahan yang diperlukan demi menangani kasus campak di Kapal Freewinds," termasuk vaksinasi.

"Tindakan yang dilakukan termasuk menentukan siapa yang bakal diizinkan meninggalkan kapal, sehingga mereka tidak memberikan ancaman penyebaran campak terhadap penduduk Curacao," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kapal itu ditambatkan di area yang tidak dapat diakses publik.

Tiga pejabat kesehatan telah naik untuk memeriksa penumpang, seperti yang dikutip dari NOS.

Orang yang telah mendapat vaksin campak atau yang pernah mengalami campak diizinkan meninggalkan kapal, sementara yang lain harus tetap di dalam kapal, tulis sumber yang dikutip NOS.

"Sangat penting untuk melakukan segala upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini secara internasional," kata pemerintah Curacao.


Dikatakannya, risiko penyebaran campak di Curacao relatif rendah karena banyak orang telah divaksinasi, tetapi pemerintah menyarankan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka divaksinasi.

Gereja Scientology mengatakan kapal setinggi 134 meter itu digunakan untuk retret keagamaan dan biasanya berlabuh di Curacao.

Kapal telah tiba di St. Lucia dari Curacao pada hari Selasa (7/5), dan langsung karantina oleh otoritas kesehatan setempat karena seorang kru wanita kapal pesiar terjangkit campak.

Kebangkitan dari penyakit menular yang sempat musnah ini terkait dengan gerakan anti-vaksin yang berkembang di negara-negara besar, yang diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai ancaman kesehatan global utama.

Pihak Gereja Scientology yang didirikan oleh penulis fiksi ilmiah L. Ron Hubbard pada tahun 1953 itu tidak menanggapi permintaan komentar mengenai penyebaran campak di kapal pesiarnya.

Ajaran gereja itu tidak langsung menentang vaksinasi, tetapi pengikutnya menganggap penyakit sebagai tanda kegagalan diri dan mereka umumnya menghindari intervensi medis.

Pemerintah Curacao meminta orang yang mungkin telah mengunjungi Freewinds antara 22 dan 28 April untuk melapor ke otoritas kesehatan.

(ard)