Ratusan Meriam Karbit akan Meriahkan Pontianak Jelang Lebaran

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 19:00 WIB
Ratusan Meriam Karbit akan Meriahkan Pontianak Jelang Lebaran Sungai Kapuas. (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyambut malam Idul Fitri 1440 Hijriah, ratusan meriam karbit sudah disiapkan untuk memeriahkan acara Festival Meriam Karbit di sepanjang pinggir Sungai Kapuas, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua Forum Permainan Meriam Karbit, Fazri Udin, mengatakan saat ini persiapan untuk festival sudah mencapai di atas 50 persen.

"Sebanyak 259 meriam karbit itu dari 39 kelompok yang menjadi peserta Festival Meriam Karbit tersebut," kata Fazri, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (15/5).


"Tahun ini pembukaan festival dipusatkan di Gang H Mailamah, Jalan Adisucipto."

Menurutnya meriam karbit merupakan permainan tradisional khas masyarakat Melayu Pontianak, dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Kami berharap melalui Forum Meriam Karbit, budaya ini tetap eksis setiap tahunnya dan bisa dinikmati masyarakat luas, dan bisa menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Pontianak," katanya.

Sementara itu Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meminta panitia Festival Meriam Karbit mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan itu.

Sebagai permainan tradisional, ia menambahkan, permainan meriam karbit tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat Pontianak khususnya yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas. Apalagi meriam karbit merupakan bagian dari sejarah berdirinya Kota Pontianak.

"Oleh sebab itu, melalui festival ini kita berharap permainan meriam karbit tetap terus dilestarikan sebagai khasanah budaya Pontianak yang tidak dimiliki daerah lainnya. Dan tidak sah rasanya bila Lebaran Idul Fitri tanpa terdengar dentuman meriam karbit," katanya.

Meriam karbit terbuat dari kayu balok yang diikat dengan rotan, dengan ukuran panjang rata-rata sekitar lima hingga tujuh meter dan diameter 60 - 70 centimeter.

Untuk membunyikannya, dibutuhkan karbit yang dimasukkan ke dalam meriam hingga mencapai titik didih tertentu kemudian siap disulut.

Suara yang dihasilkan meriam karbit ini sangat menggelegar, bahkan getarannya bisa dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area meriam itu dimainkan.

Setiap digelar festival meriam karbit ini, tidak jarang mengundang rasa penasaran para wisatawan untuk menyaksikan dan mendengar langsung bunyi permainan tradisional ini.

Bahkan, mereka memberanikan diri untuk menyulut langsung meriam karbit tersebut.

[Gambas:Video CNN] (agr)