Ketahanan Paru-paru saat Puasa Bantu Tangkal Tuberkulosis

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 13:44 WIB
Ketahanan Paru-paru saat Puasa Bantu Tangkal Tuberkulosis Puasa selama bulan Ramadan membuat paru-paru kuat melawan serangan bakteri tuberkulosis. (Istockphoto/seb_ra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa selama bulan Ramadan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Salah satunya adalah menjaga tubuh dari serangan bakteri tuberkulosis.

Spesialis paru, dr Erlang Samoedro menjelaskan bahwa saat berpuasa, paru-paru memiliki ketahanan yang kuat. Hal itu membuat berbagai virus dan bakteri yang menyerang tubuh dan masuk melalui sistem pernapasan dapat dilawan, termasuk bakteri tuberkulosis.

"Sehingga infeksi lebih sulit masuk dan orang tidak terserang penyakit," ujar dokter yang berpraktik di RSUP Persahabatan ini.


Kondisi paru-paru yang tahan terhadap serangan bakteri disebabkan oleh adanya peningkatan sistem kekebalan tubuh saat seseorang menahan lapar dan haus lebih dari 12 jam. Puasa membuat paru-paru sebagai organ dalam tubuh yang langsung berhubungan dengan dunia luar melalui pernapasan pun meningkat.

"Artinya, daya tahan tubuh meningkat sehingga paru-paru sebagai gerbang utama yang berhubungan dengan dunia luar akan memiliki sistem yang lebih baik," jelas Erlang.

Sementara kekebalan tubuh yang meningkat disebabkan oleh sel-sel yang beregenerasi saat berpuasa.

Saat puasa, sel beregenerasi karena pikiran tenang sehingga daya tahan tubuh meningkat dan kuman TBC bisa dilawan," ujar spesialis paru lainnya, dr Fathiyah Isbaniyah.

Selain kekebalan tubuh, ketahanan paru-paru juga didorong oleh menurunnya aktivitas merokok bagi para perokok. Merokok dapat merusak sistem pertahanan di paru-paru. Saat orang tak merokok, paru-paru juga akan lebih baik.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)