Pentingnya 'Curhat' ke Diary Soal Menstruasi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 04:45 WIB
Pentingnya 'Curhat' ke Diary Soal Menstruasi Ilustrasi buku catatan pribadi. (Kaboompics/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mencurahkan isi hati alias curhat umum dilakukan sebagian orang baik langsung bercerita ke teman atau dicurahkan ke media sosial.

Meski konvensional, tetapi harus diakui buku diary juga masih dimanfaatkan hingga kini. Tak melulu soal rasa deg-degan saat kencan pertama, ada baiknya membuat diary selama haid alias menstruasi.

Tanggal 28 Mei diperingati sebagai hari kebersihan menstruasi sedunia. Dalam rangka peringatan ini pula Dyana Safitri Velies, dokter spesialis kandungan di Siloam Hospital Tangerang mengajak perempuan untuk semakin mengenali diri termasuk siklus menstruasinya.


Dia menyarankan tiap perempuan membuat diary untuk mencurahkan apapun yang terjadi saat menstruasi.


"Saya menemukan perempuan tidak bisa menghitung siklus menstruasinya. Mereka menganggap kalau menstruasi di tanggal yang sama, menstruasinya teratur. Terus kalau tanggalnya beda, artinya enggak teratur. Padahal tidak seperti itu," kata Dyana saat gelaran Menstrual Hygiene Day 2019 di Kantorkuu Coworking Space, Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Menurut Dyana, siklus menstruasi yang teratur dan tidak teratur menjadi dasar untuk melihat status kesehatan reproduksi perempuan. Pencatatan siklus menstruasi diisi dengan tanggal mulai hingga selesai menstruasi. Selain itu, yang perlu dicatat juga adalah jumlah pemakaian pembalut per hari, penuh tidaknya pembalut, sampai rasa sakit atau nyeri yang dirasakan.

"Dari hari pertama hingga hari pertama menstruasi berikutnya kalau dijumlah normalnya 21-35 hari. Jadi kalau berpatokan tanggal agak susah," imbuhnya.

Perempuan dikatakan jarang haid saat datangnya menstruasi lebih dari 35 hari. Sedangkan haid bisa dikatakan terlalu sering saat menstruasi pertama datang kurang dari 21 hari.


Khusus untuk banyak atau tidaknya darah yang keluar bisa dilihat dari penuh atau tidaknya pembalut yang dipakai.

Sebagai ukurannya, empat hingga lima pembalut penuh dalam sehari artinya haid terlalu banyak. Ini patut jadi pertimbangan tersendiri dalam siklus bulanan. Meski demikian hal ini tak melulu disebabkan karena adanya penyakit, tapi bisa juga karena stres ataupun terlalu lelah.

Diary akan membantu perempuan melihat segala sesuatu yang dirasa tidak normal sehingga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

"Begitu juga dengan nyeri. Kalau misal kita nulis nyeri, kok bulan ini lebih sakit dari bulan lalu? Jangan-jangan itu indikasi gejala penyakit tertentu," kata Dyana. (els/chs)