Panduan Mudik Lebaran bagi Ibu Hamil

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 01:01 WIB
Panduan Mudik Lebaran bagi Ibu Hamil Ilustrasi ibu hamil. (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibu hamil rentan untuk melakukan perjalanan panjang seperti mudik lebaran. Namun, bukan berarti ibu hamil tak bisa ikut merayakan momen hari raya Idul Fitri di kampung halaman.

Ibu hamil tetap bisa ikut mudik yang aman dan nyaman dengan mengikuti panduan yang tepat. Ahli kandungan dr Muhammad Fadli menjelaskan waktu yang paling aman bagi ibu hamil untuk melakukan perjalanan jauh adalah pada trimester kedua kehamilan.

"Saat itu, biasanya ibu hamil sudah melewati masa-masa mual dan muntah," kata Fadli dalam informasi media yang diterima CNNIndonesia.com.


Sebelum melakukan perjalanan mudik, Fadli menyarankan ibu hamil agar melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan janin.

Cermati pula riwayat pendarahan atau kontraksi dini karena dapat menjadi faktor risiko yang membahayakan ibu dan si jabang bayi saat mudik. Jika ibu dan janin dinyatakan kuat, ibu hamil dapat melakukan perjalanan mudik.

Siapkan kondisi fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan panjang. Bekali perjalanan dengan obat-obatan, camilan, dan air putih.

Ketika mudik, pilihlah moda transportasi yang paling singkat. Jika menggunakan kendaraan roda empat, jalan yang mulus dan banyak tempat beristirahat bisa jadi pilihan.

"Pilihlah moda transportasi yang memiliki waktu tempuh paling singkat atau memungkinkan ibu hamil agar berhenti di rest area secara periodik untuk beristirahat atau stretching," tutur dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah ini.

Saat berhenti di tempat peristirahatan, lakukan peregangan untuk menghindari pembengkakan kaki atau kram. Jika punggung terasa sakit atau pegal saat duduk terlalu lama, ganjal dengan bantal kecil atau sweater yang digulung.

Selama perjalanan, ibu hamil harus minum air yang cukup agar terhidrasi dengan baik. Fadli menyarakan untuk minum 2 liter per hari selama di perjalanan. Jika tidak kuat, ibu hamil tidak perlu untuk memaksakan diri berpuasa selama dalam perjalanan. Puasa seseorang yang berada dalam perjalanan dapat diganti pada hari lain.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)