Prada Setop Pemakaian Bulu Hewan pada Produk Fesyen

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 17:24 WIB
Prada Setop Pemakaian Bulu Hewan pada Produk Fesyen Ilustrasi. Prada setop pemakaian bulu hewan pada produk fesyen mereka. (REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak akan ada lagi bulu-bulu hewan asli dalam produk dan desain rumah mode asal Italia, Prada.

Label mewah itu memutuskan untuk tak lagi menggunakan bulu hewan asli dalam setiap produk dan desain mereka. Keputusan ini juga berlaku untuk semua label di bawah rumah mode itu, termasuk Miu Miu, Church's, dan Car Shoe.

Keputusan ini akan mulai berlaku pada Februari 2020 mendatang setelah peluncuran koleksi wanita untuk Spring/Summer 2020.


Keputusan ini merupakan buah dari kolaborasi dengan Fur Free Alliance, sebuah koalisi lebih dari 50 negara yang membuat kampanye agar industri fesyen bebas bulu. Prada juga bekerja sama dengan The Humane Society of United States dan LAV, sebuah organisasi untuk hak-hak hewan di Italia.

"Grup Prada berkomitmen terhadap inovasi dan tanggung jawab sosial. Kebijakan bebas bulu kami adalah perpanjangan dari keterlibatan itu," kata Kepala Desainer Miuccia Prada dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

Miuccia memastikan, penyetopan penggunaan bulu hewan asli akan membuat Prada semakin inovatif dalam mengeksplorasi desain kreatif yang sesuai dengan etika.

Prada juga mengklarifikasi kepada CNN bahwa keputusan ini terbatas pada bulu hewan saja. Label ini akan tetap menjual produk dengan kulit hewan dan produk sampingan dari hewan.

Prada bergabung dengan label mewah dunia lainnya yang menghentikan pemakaian bulu hewan seperti Burberry, Armani, Versace, Gucci, Chanel, Coach, Donna Karan, Michael Kors, Jimmy Choo, Diane von Furstenberg, Furla, dan Bottega Veneta.

Beberapa label mewah yang masih menjual produk dengan bahan yang berasal dari hewan di antaranya Fendi, Max Mara, Celine, Valentino, Saint Laurent, dan Dolce & Gabbana.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)