Pesta Kembang Api saat Lebaran dari Kacamata Islam

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 20:30 WIB
Pesta Kembang Api saat Lebaran dari Kacamata Islam Ilustrasi bermain petasan kembang api. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bunyi petasan sudah mulai terdengar di malam sepanjang Ramadan. Saat mendekati Lebaran di malam takbiran, bunyi petasan diikuti dengan kembang api.

Petasan dan kembang api banyak dimainkan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana Islam memandang bermain petasan dan kembang api untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri?

Secara khusus, ahli agama Islam Syafiq Hasyim menyebut, tak ada hukum yang mengatur permainan petasan dan kembang api dalam Islam. Menurutnya, permainan ini boleh dilakukan asal tidak merusak.


"Enggak ada hukumnya, artinya boleh. Tapi, jangan merusak," kata Syafiq yang juga merupakan Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), PBNU.

Permainan ini boleh dilakukan dengan tujuan untuk menyemarakkan malam takbiran dan juga menyebarkan syiar Islam.

"Sekadarnya untuk menyemarakkan syiar Islam itu boleh," ucap pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta ini.

Namun, permainan petasan dan kembang api di bulan Ramadan dan Lebaran bisa menjadi tidak boleh dilakukan atau bernilai dosa jika dilakukan secara berlebihan. Misalnya, seperti mengganggu orang lain.

"Menjadi tidak boleh kalau sudah mengganggu orang lain, misalnya sudah tengah malam mau istirahat, malah dimainkan jadi terganggu," ujar Syafiq.

Syafiq menyarankan agar permainan petasan dan kembang api dapat disikapi dengan bijak. Seperti memainkan petasan yang aman dan tidak melukai orang lain. Saat jam sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB, sebaiknya intensitas permainan pun dikurangi.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)