Kosmetik 'Kirim' 4.300 Anak USA Ke RS Tiap Tahunnya

tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 17:56 WIB
Kosmetik 'Kirim' 4.300 Anak USA Ke RS Tiap Tahunnya ilustrasi kosmetik (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produk kosmetik boleh jadi dapat membuat pemakainya terlihat lebih cantik dan menarik. Tapi, di sisi lain, penggunaan make up ini dapat menimbulkan bahaya kesehatan bahkan bahaya kematian, terutama pada anak-anak.

Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal Clinical Pediatrics mencatat lebih dari 64 ribu anak di Amerika Serikat yang berusia kurang dari 5 tahun mengalami cedera karena kosmetik selama tahun 2002 hingga 2016. 

Studi ini bahkan menyebut berdasarkan data dari National Poison Data System dari tahun 1999 hingga 2015, kosmetik merupakan satu di antara tujuh penyebab kematian pada anak-anak.


Temuan ini didapat dengan melihat data dari National Surveillance Injury System yang mencatat cedera dan keracunan yang melibatkan produk konsumen. Peneliti juga melihat jenis produk, paparan, bagian tubuh yang cedera, dan faktor-faktor lain pada anak di bawah 5 tahun yang dirawat di unit gawat darurat AS.


"Meskipun produk kosmetik mungkin tidak berbahaya bila digunakan sesuai petunjuk, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk mengetahui bahwa anak kecil dapat terluka parah oleh produk ini," kata peneliti dari Nationwide Children's Hospital, Rebecca McAdams, melalui email kepada CNN.

Produk kosmetik yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi pelemas rambut, cat kuku, pelembap, minyak untuk kulit, deodoran dan make up. Produk kosmetik itu dikategorikan ke dalam lima kelompok, berdasarkan cara penggunaannya: perawatan kuku, perawatan rambut, perawatan kulit, pewangi dan lainnya, yang meliputi deodoran dan make-up.

Cedera yang paling umum berasal dari produk perawatan kuku (28,3 persen), perawatan rambut (27 persen), perawatan kulit (25 persen), dan pewangi (12,7 persen). 

Sekitar 75 persen cedera terjadi karena anak-anak menelan produk tersebut. Sebagian disebabkan karena kontak dengan kulit dan mata, serta terpapar produk rambut.


Anak-anak juga dua kali lebih mungkin mengalami luka bakar dan tiga kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena pelemas rambut, dibandingkan produk lainnya.

Studi ini juga mendapati, semakin muda usia anak semakin tinggi risiko cedera dan rawat inap. Rata-rata tingkat cedera pada anak kurang dari 2 tahun dua kali lipat lebih tinggi daripada anak usia 2-4 tahun.

Peneliti juga memberi catatan bahwa orang tua dan pengasuh harus lebih perhatian pada anak di segala usia. 

Pada usia 6 bulan, anak cenderung merangkak dan mengambil barang lalu memasukkannya ke dalam mulut mereka. Saat berusia 1 tahun, mereka dapat berjalan, menutup pintu dan menjangkau banyak benda.

"Kemampuan baru dan keingintahuan alami yang menyertainya, ditambah dengan kurangnya pengalaman dalam membedakan antara rangsangan yang berbahaya dan netral atau menyenangkan ... menjadi alasan mengapa anak kurang dari 2 tahun lebih berisiko," kata McAdams.

Peneliti juga menyoroti perusahaan pembuat kosmetik untuk membuat produk kosmetik yang ramah anak agar mencegah cedera. 

Studi ini juga memiliki batasan tidak memasukkan data anak yang cedera dan dirawat di rumah dan kantor pediatrik. (ptj/chs)