Ragam Pengobatan Kanker Otak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 21:40 WIB
Ragam Pengobatan Kanker Otak Ilustrasi (Istockphoto/FatCamera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agung Hercules didiagnosis mengidap kanker otak jenis glioblastoma stadium IV. Selebriti berbadan kekar itu kini mesti terbaring menjalani sejumlah perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

Kanker otak termasuk salah satu jenis kanker ganas dan berbahaya. Kendati demikian, para ahli terus berusaha untuk menemukan pengobatan yang tepat untuk kanker otak.

Secara khusus, pengobatan satu pasien kanker otak dapat berbeda dengan pasien kanker otak lainnya. Tim dokter akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai diagnosis dengan menimbang kemungkinan risiko dan efek samping.


Berikut beberapa jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk kanker otak, dikutip dari American Cancer Society.

1. Operasi atau bedah
Tindakan bedah bisa dilakukan dengan berbagai tujuan. Pertama, untuk mendapatkan sampel biopsi agar dapat mengetahui jenis tumor, kedua menghapus tumor, serta ketiga membantu mencegah atau mengobati gejala dan kemungkinan komplikasi dari tumor.

Ahli bedah akan mengangkat tumor tanpa memengaruhi fungsi otak normal.

Pembedahan atau yang juga dikombinasikan dengan terapi radiasi dapat mengendalikan atau menyembuhkan kanker otak seperti beberapa astrositoma tingkat rendah, ependymoma, craniopharyngioma, ganglioglioma, dan meningioma.

Pembedahan juga bisa jadi bukan pilihan yang baik dalam beberapa situasi. Misalnya saja jika tumor ada jauh di dalam otak, ada di bagian otak yang tidak dapat dihilangkan, atau jika seseorang tidak bisa memiliki operasi besar karena alasan kesehatan lainnya.

2. Terapi radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi atau partikel kecil untuk membunuh sel kanker. Jenis perawatan ini biasanya diberikan oleh dokter ahli onkologi radiasi.

Terapi radiasi dapat dilakukan dalam beberapa kondisi tertentu. Biasanya, terapi dilakukan untuk membunuh sel kanker yang tersisa pascaoperasi. Terapi radiasi juga bisa menjadi pilihan sebagai pengobatan utama jika pembedahan tidak bisa dilakukan dan pengobatan tidak efektif.

Terapi radiasi bermanfaat pula untuk mencegah atau menghilangkan gejala tumor.

3. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan obat anti-kanker yang biasanya diberikan ke pembuluh darah atau diminum.

Obat-obatan ini memasuki aliran darah dan menjangkau hampir seluruh area tubuh. Namun, dalam banyak kasus, obat kemo sering kali tidak dapat masuk ke otak dan mencapai sel tumor.

Secara umum, kemo digunakan untuk pertumbuhan tumor otak yang cepat. Beberapa jenis tumor otak, seperti medulloblastoma dan limfoma, cenderung merespons kemo lebih baik daripada yang lain.

Kemoterapi paling sering digunakan bersama dengan perawatan lain seperti operasi dan terapi radiasi.

4. Terapi bertarget
Terapi bertarget umunya menggunakan obat-obatan tertentu yang secara khusus menargetkan sel kanker sehingga tidak mengganggu sel lain. Inilah yang membedakan kerja obat ini dengan kemoterapi standar.

Terapi bertarget kadang dapat bekerja saat obat kemo tidak mampu melawan kanker. Terapi ini memiliki efek samping yang berbeda-beda.

5. Terapi medan listrik
Jenis terapi medan listrik termasuk yang paling baru ditemukan oleh peneliti. Peneliti mendapati bahwa memaparkan sel tumor ke medan listrik bolak-balik dapat menghambat kemampuan sel kanker tumbuh dan menyebar.

Perangkat portabel yang menghasilkan medan listrik itu menjadi pilihan terapi untuk kanker otak jenis glioblastoma. Ini sama seperti jenis kanker yang diderita Agung Hercules.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)