Demi Foto Viral, Turis Ramai-ramai Datangi Danau Erhai

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 13:23 WIB
Demi Foto Viral, Turis Ramai-ramai Datangi Danau Erhai Turis yang berfoto di Danau Erhai, Yunan, China. (REUTERS/Tingshu Wang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turis asal China mendatangi danau yang berada di selatan Provinsi Yunan untuk berfoto dengan pose yang sedang viral di dunia maya.

Pengunjung di Danau Erhai mengatakan kalau segala unsur alam di sekitar danau, mulai dari hewan liar sampai bunga berwarna-warni, menjadi faktor penting dalam perwujudkan fotonya.

"Banyak teman saya yang datang ke danau ini untuk berfoto, jadi saya juga ingin melakukannya," kata Zeng (18).



Gadis yang beru saja lulus SMA itu mengaku datang setelah melihat banyak foto dan video viral dari pengunjung Danau Erhai melalui Douyin, aplikasi video milik startup ByteDance Technology.

Erhai adalah danau air tawar terbesar di China yang menjadi latarbelakang kota Dali.

Danau ini dikunjungi 47 juta turis sepanjang tahun lalu, jumlah yang berlipat ganda sejak 2010.

Tempat penginapan berupa hotel sampai homestay yang berada di bibir danau sepanjang 50 km laku dipesan oleh turis.

Namun pada 2015 pemerintah China berencana untuk merobohkan sejumlah bangunan usaha yang berada di sekitar danau karena Presiden Xi Jinping mengatakan kalau kelestarian danau perlu dijaga.


Turis pemburu selfie bisa berfoto dengan kawanan alpaca yang diimpor langsung dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Selain itu turis juga bisa berfoto di tempat duduk berbentuk bola kaca.

Satu paket pemotretan yang berisi 35 foto dibanderol seharga 199 yuan (Rp410 ribu), kata Zhang Hongtao, pengelola studio foto.

Yan Mengjie, turis asal Shanghai, terlihat mengenakan gaun bermanik dengan bagian belakang serupa ekor putri duyung.

Ia berpose di bangku bola kaca dengan latarbelakang bangunan yang telah hancur.

"Saya merasa sedikit kecewa, karena pemandangannya tidak sama dengan foto dan video viral," kata Yan, yang mengaku datang ke danau ini setelah melihat keriuhan di media sosial.

"Tapi saya masih bisa mengeditnya," lanjutnya.


[Gambas:Video CNN]

(ard)


BACA JUGA