Gel Kontrasepsi untuk Pria Segera Tersedia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 02:43 WIB
Gel Kontrasepsi untuk Pria Segera Tersedia Ilustrasi alat kontrasepsi (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria akan punya pilihan alat kontrasepsi baru untuk mencegah kehamilan, tak lagi melulu hanya kondom. Saat ini, para ilmuwan sedang melakukan uji coba dan menganalisis gel kontrasepsi untuk pria. Jika berhasil dan menjanjikan, gel kontrasepsi ini akan segera tersedia untuk publik.

Peneliti melakukan uji coba gel untuk pria pada 450 pasangan. Uji coba yang dilakukan di Inggris, Swedia, Chili, dan Kenya ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel dengan membandingkannya dengan pil pada wanita.

"Saya tidak berpikir kita dapat benar-benar memprediksi efek yang akan terjadi. Tapi seperti halnya pil, saya pikir gel ini akan berdampak positif," kata peneliti klinis yang memimpin uji coba ini John Reynolds-Wright, dikutip dari The Guardian.


Gel kontrasepsi dikemas dalam tempat serupa wadah pasta gigi dan disebut memiliki kebersihan yang terjaga. Gel yang mengandung campuran hormon progesteron dan testosteron ini digunakan dengan cara mengoleskannya ke dada, bahu, dan lengan bagian dengan takaran satu dosis pada setiap pagi.

Hormon progesteron akan bekerja mematikan produksi sperma di testis, yang otomatis menghilangkan hormon testosteron. Testosteron tambahan dari gel ini berfungsi mengimbangi penurunan hormon tersebut.

Penambahan testosteron ini berfungsi untuk menjaga suasana hati, berat badan, dan libido.

Peneliti berharap gel ini dapat berfungsi sebagai alat kontrasepsi yang dapat dengan mudah digunakan dan memiliki lebih sedikit efek samping.

Pasangan yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, James Owers (29) dan Diana Bardsley (27) merupakan satu dari 450 pasangan yang ikut berpartisipasi dalam uji coba gel kontrasepsi ini.

Setelah menggunakannya selama enam minggu, Owers menyebut, jumlah spermanya turun hingga hampir nol. Butuh waktu yang sama agar produksi sperma dapat kembali normal.
Artinya, peluang kehamilan akan akan turun signifikan.

Setelah penggunaan selama sembilan minggu, Owers mengaku hanya mengalami efek samping minimal yakni berupa bintik-bintik kecil di punggung bawah, gairah seks yang meningkat, dan kenaikan berat badan 2 kilogram.

"Hal yang paling mendasar adalah saya merasa dampaknya sangat kecil pada hidup saya," kata Owers kepada The Guardian.

Peneliti kini sedang menganalisis hasil uji coba tersebut. Jika hasilnya menjanjikan, tim ilmuwan berharap ada perusahaan farmasi yang tertarik memproduksi produk gel kontrasepsi.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)