Buahi Banyak Wanita dengan Spermanya, Dokter Kanada Dikecam

tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 06:23 WIB
Buahi Banyak Wanita dengan Spermanya, Dokter Kanada Dikecam ilustrasi bayi (morgueFile/idahoeditor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lisensi seorang dokter di Kanada dicabut karena menyalahgunakan spermanya sendiri untuk membuahi pasien lewat program bayi tabung.

Dokter yang bernama Bernard Norman Barwin itu malah menggunakan sperma miliknya sendiri untuk membuahi pasien yang melakukan perawatan inseminasi selama beberapa dekade terakhir.

Perawatan inseminasi biasanya dilakukan untuk bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasangan yang memiliki kesuburan yang rendah.


Tim panel dan disiplin dokter dan ahli bedah Ontario, Kanada menilai tindakan dokter berusia 80 tahun itu mengerikan dan tercela. Sebagai hukuman, izin dokter atau lisensi milik Barwin pun dicabut dan dikenai denda senilai 10 ribu dolar Kanada atau Rp107 juta. 

"Anda mengkhianati kepercayaan pasien dan tindakan Anda sangat mempengaruhi individu dan keluarga mereka yang menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang akan berlangsung selama beberapa generasi," bunyi keputusan terhadap Barwin, Selasa (25/6) waktu Kanada, dikutip dari AFP.


Dalam persidangan itu, Barwin tak menunjukkan batang hidungnya. Dia hanya diwakili oleh pengacaranya. 

Tim pengawas medis mengaku kini akan melakukan pengawasan agar Barwin tak lagi melakukan praktik kedokteran karena surat izinnya sudah dicabut.

Barwin sebenarnya telah menyerahkan izin medis miliknya pada 2014 karena kedapatan melakukan inseminasi atau pembuahan dengan sperma yang sama pada tiga wanita. Saat itu dia menyebut kesalahan itu hanya human error.

Setelah itu, kejahatan Barwin pun semakin terkuak. Dia diduga melakukan 50-100 kelahiran dengan sperma yang salah, 11 di antaranya menggunakan sperma miliknya sendiri.


Kesalahan Barwin ini terungkap setelah salah seorang anak yang lahir melalui inseminasi buatan ingin tahu latar belakang genetiknya dan meneliti pohon keluarga miliknya. Ada pula anak yang didiagnosis menderita penyakit genetik celiac. Padahal, kedua orang tuanya tidak memiliki riwayat penyakit itu.

Salah satunya, Rebecca Dixon yang mengaku tiga tahun lalu, saat ia berusia 25 tahun, mengetahui bahwa Barwin adalah ayah kandungnya. 

"Pada saat itu, hidup saya berubah selamanya. Untuk beberapa saat, saya merasa asing dengan wajah sendiri," kata dalam pernyataan korban di persidangan.

Dixon mengungkapkan bahwa keluarganya terpukul karena penemuan itu. Ayahnya berusaha keras menerima bahwa anak yang dibesarkannya selama ini bukanlah anak kandungnya. 

"Ibu saya, harus berusaha menerima fakta bahwa sesuatu telah terjadi pada tubuhnya tanpa dia sadari dan diizinkannya," ucap Dixon.

Dixon juga menyebut di tengah keramaian dia kerap melihat orang mirip dengannya, yang bisa jadi merupakan saudaranya. Sejauh ini dia sudah menemukan 15 saudara se-ayah yang dimilikinya. Jumlah itu diperkirakan bakal terus bertambah.

[Gambas:Video CNN] (ptj/chs)