Toko Zero Waste, Serunya Belanja Tanpa Plastik di Jakarta

tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 11:14 WIB
Toko Zero Waste, Serunya Belanja Tanpa Plastik di Jakarta Toko ramah lingkungan (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aroma wangi bunga-bungaan seketika menyeruak saat pintu kaca didorong. Di samping kiri berjajar toples-toples kaca di rak setinggi kurang lebih tiga meter. Aroma wangi itu bisa jadi berasal dari isi toples. 

Yang pasti, tak ada sampah plastik di sini.

Di sebelah kanan terdapat meja kasir sekaligus jajaran toples-toples kaca kosong dan botol plastik beraneka ukuran. Rak di sebelahnya pun tak kalah ramai dengan toples, jerigen plus juga produk perawatan kulit. 


Berbeda dengan tempat lainnya, The Bulkstore & Co, toko yang terletak di Jalan Wahid Hasyim 47, Menteng, Jakarta Pusat menjual berbagai kebutuhan sehari-hari serba curah.

Barangkali apa yang Anda perlukan ada di sini, mulai dari bahan pangan, bumbu, sabun, hingga peralatan rumah tangga berkonsep ramah lingkungan. Semua dikelompokkan menurut jenis seperti kelompok super food (spirulina bubuk), teh hitam, aneka kacang (kacang almond, kacang mede, kacang merah, chickpea), whole grains (lentils, jali kering/dried barley, quinoa), garam dan gula (sea salt, pink himalayan sea salt, coconut sugar).


Selain itu cokelat, biji kopi, makanan ringan, produk perawatan tubuh (deodoran, sabun mandi, minyak aroma terapi/essential oil, body scrub), produk kerajinan serta produk peralatan rumah tangga seperti cobek dan ulekan, sikat baju, sikat gigi, sedotan stainless steel, menstrual cup, serta wadah yang terbuat dari anyaman. 

Tapi apa bedanya dengan toko curah lain?

"Bawa wadah sendiri?" tanya Dwi, sang pramuniaga toko dengan ramah. 

Setiap kali datang, Anda pasti bakal disambut dengan pertanyaan seperti ini. Maklum, ini adalah toko ramah lingkungan. Artinya, untuk berbelanja di toko ini, Anda harus membawa tempat atau wadah Anda sendiri karena tak akan ada plastik kresek atau kantong plastik yang bakal disediakan untuk menempatkan belanjaan Anda.

Pembeli diharapkan membawa wadah sendiri dan barang akan ditimbang sesuai kebutuhan. Tapi bagaimana kalau Anda tak punya wadah sendiri? Jangan khawatir, alih-alih memakai plastik kiloan, Anda bisa membeli toples kaca atau kantong berbahan dasar singkong. Ukurannya pun beragam mulai dari toples mini sebesar tomat maupun toples besar yang muat beras kiloan.

Fatin, yang juga pramuniaga toko, mengatakan banyak pembeli yang menyukai toples kaca berukuran mini.

"Pada suka karena kan imut terus praktis kalau buat bawa (produk) yang sedikit. Ukuran paling kecil harganya Rp8ribu," jelasnya. 

Satu produk cukup menarik perhatian yakni sabun cuci untuk berbagai keperluan.

Menurut dia, sabun berlabel Aquila ini bisa dimanfaatkan untuk mencuci baju dan peralatan makan. Lumayan, diskon membuat sabun lebih murah dari Rp1085 per gram jadi Rp273 per gram. 

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

Dengan cekatan, Dwi memompa sabun cair ke dalam botol bekas air minum kemasan kemudian menimbang dengan timbangan digital. Hasil pengukuran pun ditulis pada selotip kertas dan ditempel pada leher botol. Jangan khawatir, yang ditimbang dan dibayar hanya berat isian wadah saja.

Selain keperluan mencuci baju dan peralatan makan, toko ini juga menyediakan berbagai produk perawatan tubuh yang bisa memanjakan kulit Anda.

Coba saja scrub garam berbagai aroma bamboo charcoal, pink rosella dan ocean breeze dengan harga Rp750 per gram. Untuk makanan ringan, Anda bisa mencicip pumpberry cookies (Rp200 per gram)  yang dibuat tanpa susu, bahan pengawet dan tidak mengandung gluten. 

Bukan yang pertama

The Bulkstore & Co masih terbilang baru mengusung konsep zero waste. Toko ini belum genap sebulan beroperasi.

Konsep toko ramah lingkungan ini sebenarnya bukan pertama dan satu-satunya yang ada di Jakarta. Toko ini bukan yang pertama sebab ada yang sudah lebih dulu ada yakni Saruga yang terletak di kawasan Bintaro dan Naked Inc di Como Park, Kemang Timur, Jakarta Selatan. 

Masih sekonsep dengan The Bulkstore & Co, toko ini juga menawarkan produk curah. Ukuran toko terbilang lebih luas dan cakupan produk lebih beragam. 

Toko terletak di bagian pojok belakang Como Park. Begitu pintu dibuka, Vivi, Taryati dan Evita, pramuniaga toko menyambut dengan ramah. Anda akan melihat jajaran produk tanpa pembungkus. Sebagai gantinya, produk diletakkan pada toples kaca bening. 

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

Pilihan produk tak beda jauh dengan toko barang curah versi Menteng yakni barang-barang keperluan sehari-hari seperti peralatan rumah tangga, produk perawatan tubuh, bahan pangan (beras organik, beras merah, beras ketan, beras basmanthi, oat), sereal siap saji (rice puff, granola beragam rasa), kacang-kacangan (almond panggang, kacang hijau, hazelnut, macadamia, walnut, kacang Brazil), biji-bijian (chia seed, barley, biji labu, kuaci, sorgum, flaxseed, lentil, kedelai), dan aneka minyak (minyak zaitun, minyak kelapa). 

Taryati mengatakan yang berkunjung ke toko biasanya sudah paham konsep toko dan membawa wadah sendiri. Kalau pun mereka tidak bawa, toko menjual wadah beraneka ukuran. Pun dia memberikan trik belanja unik. 

Toko menjual minuman-minuman berbahan organik. Membeli minuman artinya Anda akan mendapat wadah untuk membeli produk lain. 

"Di sini misal beli minuman, lalu botolnya bisa kami cucikan lalu buat wadah. [Mencuci wadah] enggak dikenakan biaya," jelasnya. 

Salah satu jenis minuman merupakan buatan sendiri. Anda wajib mencicip Indokombucha (Rp45ribu). Rasanya manis, asam plus sensasi 'semriwing' bak minum soda. Wadahnya jangan langsung dibuang. Ini bisa dimanfaatkan untuk membeli produk lain.

Banderol harga di toko ini menganut azas per gram. Angka-angka pada toples menunjukkan harga. Jika membeli granola, tertera 345/gram, artinya jika membeli 100 gram dikenakan biaya Rp34.500. Namun ini tak berlaku buat beberapa benda yang sifatnya satuan misal sabun mandi homemade. Sabun dibanderol dengan harga Rp30ribu. 

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

Konsep minim plastik dan zero waste tampaknya juga dipikirkan hingga struk pembelian. Naked Inc tidak akan memberikan Anda kertas struk tetapi berupa pesan singkat. Di dalam pesan berisi tautan untuk melihat struk belanja. Jadi tak akan ada kertas yang terbuang sia-sia. 

Baik The Bulkstore & Co maupun Naked Inc ingin memberikan pesan serupa yakni ajakan untuk mulai meminimalkan penggunaan plastik saat berbelanja. Selain itu pembeli untuk bijak dalam membeli agar tak berlebihan yang akhirnya bahan pangan sering terbuang. 

Ajakan hidup ramah lingkungan

Putri Arif Febrila, CEO The Bulkstore & Co, bercerita toko ini lahir berkat kesamaan visi dirinya bersama empat kawan perempuannya. Visinya, gaya hidup yang lebih sehat untuk bumi harus dilakukan dan diadaptasikan. 

Implementasinya ada pada konsep toko yang tidak mengemas produk dengan plastik, produk alami tanpa campuran bahan kimia berbahaya buat tubuh, 95 persen produk berbasis nabati, juga mengusung produk lokal demi tanah, ekosistem juga petani lebih sehat plus menambah keberagaman produk hasil pertanian dan kerajinan. 

"Di sini misi kami berlima, ingin mengedukasikan pasar akan cara berbelanja dan konsumsi barang kebutuhan sehari-hari secara lebih hijau. Secara khusus, kami ingin berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik sekali pakai, pengurangan sampah makanan rumah tangga, dan juga merubah kebiasaan hidup kaum urban menjadi lebih alami atau lebih selaras dengan alam." 

"Ini dilakukan dengan memberikan pilihan produk yang lebih baik, serta informasi yang lebih lengkap dan transparan kepada konsumen," kata Putri pada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (29/6). 

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

Putri mengamati selama dua tahun terakhir figur publik atau pesohor Indonesia sudah banyak bersuara soal bahaya sampah plastik. Namun masih ada celah soal pemahaman zero waste dengan praktik sehari-hari. Harapannya, kehadiran toko bisa menjembatani praktik zero waste dan gaya hidup berkelanjutan. 

"Jangan enggan atau merasa asing untuk memulai gaya hidup ini, karena sebetulnya hanya perubahan kebiasaan saja. Di sini kami bisa membantu memberikan edukasi dan memperkaya informasi yang ada, memberikan solusi serta alternatif produk yang praktis dan fun," katanya. (els/chs)