Pertemuan Trump dan Kim Jong-un, DMZ Ditutup untuk Wisatawan

tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 14:27 WIB
Pertemuan Trump dan Kim Jong-un, DMZ Ditutup untuk Wisatawan DMZ ( AFP PHOTO/Ed JONES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biro perjalanan wisata Korea Utara, Koryo Tours mengumumkan bahwa Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) ditutup untuk wisatawan. Hal ini menyusul beredar kabar Presiden Amerika Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un akan melakuan pertemuan singkat di zona itu pada Minggu (30/6).

Pengumuman itu disampaikan melalui akun resmi Twitter mereka, Koryo Tours mencuitkan "DMZ tertutup bagi wisatawan yang berkunjung dari sisi Korea Utara hari ini."




Tak dimungkiri, DMZ menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis yang mengunjungi Korea.

Menyoal Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), zona ini merupakan salah satu perbatasan yang dianggap paling mengerikan di dunia karena penuh dengan senjata, arteri, ranjau dan sejumlah penangkal agar tidak ada warga Korea Utara yang menyebrang ke Korea Selatan yang selamat.

Dilansir AFP, DMZ berada di Desa Perdamaian, Panmunjom. Panmunjom adalah sebuah kompleks bangunan berwarna biru muda yang cerah dengan sederet sejarah kelam pertikaian kedua tetangga Korea Selatan dan Korea Utara.

Terletak 50 kilometer dari Seoul dan 250 kilometer dari Pyongyang, Kawasan Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom adalah zona seluas 800 meter kali 400 meter.

Berdasarkan kesepakatan 1853 yang terpisah, komando Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan militer Korea Utara diizinkan mengirim tak lebih dari 35 tentara ke JSA.

Dulunya, DMZ merupakan hutan yang rimbun dan terkenal sebagai tempat perlindungan ekologis bagi spesies flora dan fauna langka. Seekor beruang hitam Asia berhasil didokumentasikan oleh Kementerian Lingkungan Seoul di DMZ.

Perjalanan ke Semenanjung Korea itu semacam "ritual" para pemimpin AS usai mengunjungi Korea Selatan. Sebelumnya, mantan Presiden AS George W. Bush sempat mengunjungi DMZ pada Februari 2002 silam.

Barack Obama pun pernah mengunjungi DMZ pada 2012 dan disusul wakilnya Mike Pence lima tahun kemudian tepatnya pada April 2017 di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Korut. (din/chs)