Tekan Risiko Kanker Payudara dengan Bangun Pagi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 05:30 WIB
Tekan Risiko Kanker Payudara dengan Bangun Pagi Ilustrasi kanker payudara (Foto: Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebiasaan tidur dapat menjadi faktor risiko kanker payudara. Penelitian menunjukkan, perempuan yang suka bangun pagi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada perempuan yang begadang dan bangun siang hari.

Studi yang dipublikasikan di BMJ juga menemukan bahwa tidur lebih dari tujuh hingga delapan jam setiap malamnya memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah. Ditemukan pula sedikit hubungan insomnia dengan kanker payudara.

Penelitian ini menganalisis informasi lebih dari 400 ribu perempuan dari bank data Biobank Inggris dan Breast Cancer Association Consortium.

Hasilnya, 2 dari 100 perempuan yang menganggap diri mereka gemar begadang dan bangun siang mengalami kanker payudara. Ini berbeda dibandingkan dengan hanya 1 dari 100 perempuan yang rutin bangun pagi dan tidur cukup yang mengalami kanker payudara.

"Tidur mungkin menjadi faktor risiko penting untuk kanker payudara, walaupun tidak sebesar faktor lain seperti indeks massa tubuh atau alkohol," kata peneliti Rebecca Richmond dari University of Bristol, Inggris, dikutip dari CNN.

Peneliti lainnya, Caroline Relton menjelaskan, tidur memiliki konsekuensi sistemik dan menjangkau kesehatan manusia secara luas.

"Pesan dari penelitian ini adalah bahwa mungkin orang tidak menghargai bahwa tidur itu benar-benar penting dan memiliki manfaat kesehatan."

Berdasarkan data dari Cancer Research UK, kanker payudara adalah jenis kanker paling umum di Inggris pada 2016. Di Amerika Serikat, American Cancer Society memprediksi bahwa lebih dari 260 ribu kasus kanker payudara invasif didiagnosis pada wanita pada 2019.

Di Indonesia, data juga menunjukkan kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terjadi pada perempuan bersamaan dengan kanker serviks.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)