Mata Armani dan Presisi Sepotong Power Suit

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Minggu, 07/07/2019 11:26 WIB
Mata Armani dan Presisi Sepotong <i>Power Suit</i> Presentasi koleksi Prive Musim Dingin 2019/2020 Giorgio Armani dalam gelaran Paris Couture Week. (Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz)
Paris, CNN Indonesia -- Mata Giorgio Armani tak pernah salah dalam melihat ketepatan. 

Selama 1980-an, mengenakan Armani menjadi simbol kesuksesan bagi banyak kalangan eksekutif. Kebanyakan dari mereka terutama mengincar power suit karya perancang Italia ini.

Popularitasnya meroket di Amerika Serikat pada era 1980-an. Gara-garanya, kemunculan power suit dalam serial televisi populer Miami Vice dan film American Gigolo yang dibintangi Richard Gere.

Beda dulu, beda sekarang. Kini, Armani menghadirkan power suit yang lebih kompleks. Karya itu dihadirkan sebagai koleksi Prive Musim Dingin 2019/2020 yang dipamerkan dalam gelaran Paris Couture Week.

Meski potongan yang diracik terasa lebih kompleks, namun Armani tak melupakan kesan simpel dan elegan yang menjadi ciri khasnya.

Mata Armani dan Presisi Sepotong <i>Power Suit</i>Perancang Giorgio Armani saat mempresentasikan koleksi Prive Musim Dingin 2019/2020 pada Paris Couture Week. (Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz)

Bahu dipotong sedemikian rupa, hingga bagian lengan tak terlepas dari badan busana. Lapel-sejenis kerah pada jas-menjadi satu bagian dengan badan pakaian tanpa jahitan yang menyambungkan keduanya.

Armani menghadirkan jaket dan gaun dengan alur jahit yang tersembunyi di balik sulaman kristal dan payet. Kombinasi material seperti satin, sutera, bahan keras semisal kulit, serta pencapaian proporsi yang seimbang membuat koleksi ini terasa sangat pas dilihat. Tak ada dekorasi berlebihan.

Kedua mata Armani tak pernah salah menangkap ketepatan. Setiap potongan memiliki presisi yang baik. Hal itu menegaskan posisi Armani sebagai salah satu desainer terbaik urusan ketepatan jahitan.

[Gambas:Video CNN]


(asr)