Pertimbangkan Polusi Udara Sebelum Beli Tiket Pesawat

agr, CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 16:24 WIB
Pertimbangkan Polusi Udara Sebelum Beli Tiket Pesawat Ilustrasi KLM. (Foto: Dok. KLM via Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pariwisata dan polusi adalah hal yang bertolak belakang, namun pada kenyataannya hidup berdampingan.

Salah satu dampak negatif dari pariwisata adalah polusi udara, yang berkontribusi besar terhadap perubahan iklim di bumi.

Penyebabnya tidak lain adalah emisi yang dihasilkan oleh moda transportasi, dan penyumbang terbesarnya adalah pesawat terbang.



Emisi yang dihasilkan oleh moda transportasi ini jauh lebih besar jika dibandingkan kereta api atau bus.

Atas dasar realita inilah sebuah maskapai asal Belanda, KLM, menerbitkan pesan yang tidak umum untuk para calon penumpang.

Salah satu petinggi KLM, Pieter Elbers, meminta para stakeholder industri penerbangan untuk mengampanyekan aksi penerbangan bertanggung jawab.

"Kita bersama-sama dalam bidang ini, untuk itulah kita harus bekerja keras untuk membuatnya jauh lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah menciptakan masa depan yang jauh lebih berkesinambungan," ujar Elbers, seperti yang dikutip dari QZ, Senin (8/7).

"Pesan ini juga ditujukan untuk kalian, para turis yang kerap menggunakan pesawat. Salah satu cara kalian untuk berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik adalah mempertimbangkan rencana perjalanan kalian."

[Gambas:Youtube]

KLM mengampanyekan hal ini bukan tanpa tindakan nyata, ia masuk dalam jajaran teratas maskapai dengan bahan bakar paling efisien di dunia.


Dalam peringkat yang dirilis oleh International Council on Clean Transportation tersebut, KLM berada di peringkat ketiga atau di bawah Norwegian dan Swiss Airlines.

"Ini adalah bisnis kami dan kami ingin tetap dalam bisnis ini, namun kami juga tidak ingin mencederai alam. Untuk itu kami ingin berinvestasi terhadap industri yang berkesinambungan ini," ujar Elbers.


Jumlah penumpang yang mempertimbangkan emisi gas buang dari sebuah moda transportasi, juga semakin bertambah setiap tahunnya.

'Fenomena' itu tidak lepas dari aksi seorang remaja sekaligus aktivis lingkungan hidup, Greta Thunberg, yang mengampanyekan untuk melakukan perjalanan menggunakan jalur darat atau laut.

[Gambas:Video CNN] (agr/ard)