Penelitian anyar menemukan dampak positif dari kebiasaan saling bertukar pesan dalam aplikasi berkirim pesan, khususnya fitur grup.
Melansir Indian Express, studi dilakukan oleh pakar psikologi di Edge Hill University, Inggris, Linda Kaye dan Sally Quinn dari York University, Kanada. Studi meneliti tentang efek penggunaan aplikasi berkirim pesan pada kesehatan mental pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata responden mengaku menggunakan aplikasi sekitar 55 menit setiap harinya. WhatsApp digunakan atas alasan popularitas aplikasi dan adanya fitur grup.
Alih-alih membuat adiktif, kebiasaan saling berkirim pesan ini justru membuat pengguna jauh dari rasa kesepian dan meningkatkan kepercayaan diri.
"Semakin terikatnya pertemanan, semakin seseorang merasa menjadi bagian dari grup," ujar Kaye. Selain itu, berbincang melalui grup juga dinilai dapat membantu seseorang untuk semakin mudah bersosialisasi.
[Gambas:Video CNN] (asr)