Merayakan Ceria Musim Panas di Tepi Sungai Moskwa

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 15:12 WIB
Merayakan Ceria Musim Panas di Tepi Sungai Moskwa Sungai Moskwa. (Istockphoto/AleksandarGeorgiev)
Moskow, CNN Indonesia -- Bagi penduduk di negara seperti Rusia, yang berjarak tak begitu jauh dengan Kutub Utara hingga hampir sepanjang tahun selalu bersuhu dingin, sinar matahari adalah barang mewah nan langka.

Hanya tiga bulan dalam satu tahun penduduk Rusia, seperti di Moskow, bisa menikmati matahari musim panas pada rentang waktu Juni-Agustus.

Pada bulan inilah masyarakat di Moskow terlihat lebih ceria. Jaket tebal berganti kaus tipis. Air muka yang biasanya sendu atau merengut berganti senyum lebar.



Saya berkesempatan menyambangi Moskow pada pertengahan bulan Juni 2019. Pada bulan ini kebetulan musim panas tengah berlangsung.

Matahari di kota Moskow tampaknya sangat betah bertengger di atas langit, hingga waktu siang hari terasa lebih panjang, karena tepat pukul 03.00 waktu Moskow matahari telah terbit dan baru akan terbenam tepat pukul 22.00 malam waktu Moskow.

Selain pakaian dan senyum, yang juga menarik adalah cara masyarakat Moskow menikmati musim panas di kota yang memang cukup jauh dari pantai ini.

Jangan kaget jika saat berjalan-jalan di taman kota malah menemukan muda-mudi berbikini berjemur layaknya di pinggir pantai. Salah satunya di Zaryadye Park yang bersinggungan langsung dengan pusat turis di Red Square.

Sejumlah warga lokal tampak bersantai, ada yang tiduran di rumput taman dengan beralaskan selembar kain atau hanya duduk-duduk sembari menikmati es krim legendaris Kitay Gorod yang hanya bisa didapatkan di GUM Mall.


Karena jauh dari pantai, masyarakat Moskow juga memanfaatkan bantaran Sungai Moskwa sebagai tempat liburan musim panas.

Jika berkesempatan menyambangi Moskow di musim panas jangan lewatkan untuk berkunjung ke salah satu sisi Gorky Park yang berada di kawasan Krymsky Val sangat dekat dengan Sungai Moskwa.

Gorky Park bisa diakses dengan menggunakan Moscow Metro, lantaran jarak taman dengan stasiun Park Kultury Metro memang sangat dekat, cukup berjalan sekitar tujuh menit dari stasiun dan taman yang disebut-sebut sebagai Central Park-nya Rusia ini pun bisa dinikmati.

Di salah satu sudut taman, tepatnya di pinggir Sungai Moskwa terdengar irama musik salsa. Warga dan turis berdansa dengan riang mengikuti alunan lincah tersebut.

Salsa di pinggir Sungai Moskwa konon telah berlangsung sejak lama dan akan ada sepanjang musim panas.


[Gambas:Video CNN]

(ard)