Cara Meditasi yang Benar dan Mudah bagi Pemula

CNN Indonesia | Minggu, 13/10/2019 10:36 WIB
Cara Meditasi yang Benar dan Mudah bagi Pemula Teknik meditasi dasar untuk alirkan energi positif (Foto: sapphire_penguin/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk Anda yang ingin melepas stres sekaligus memperoleh tubuh sehat, meditasi boleh jadi solusi. Walau membutuhkan konsentrasi tinggi dan teknik khusus, bukan berarti Anda tak bisa mencoba sendiri di rumah.

Dalam tradisi umat Buddha, meditasi sama seperti olahraga. Sebenarnya bakal sulit bagi pemula untuk duduk berjam-jam dan tidak memikirkan apa-apa atau membiarkan diri dalam kondisi "pikiran kosong". Namun secara umum, cara termudah untuk mencoba melakukan meditasi adalah konsentrasi penuh.

Meditasi merupakan praktik meditasi yang menghubungkan pikiran dan tubuh. Nah, untuk mendalami kekuatan pikiran diperlukan konsentrasi tinggi, kesadaran penuh (mindfulness), serta teknik yang tepat. Melalui meditasi, tak hanya menciptakan kondisi fisik yang baik namun bisa membuang stres, meningkatkan ketenangan dan kejernihan pikiran, serta rasa bahagia.



Terdapat banyak jenis meditasi jika dilihat dari cara, fungsi, hingga pemaknaannya. Namun pada umumnya, meditasi mengandalkan kekuatan pikiran dan energi dalam tubuh yang mampu menyembuhkan gangguan spiritual dan jasmani.

Mindfulness meditation melatih untuk menjadi sadar pada pikiran dan emosi diri sendiri pada saat sekarang. "Tujuan mindfulness meditation yaitu menjadi penuh perhatian terhadap segala hal dalam hidup, Kita jadi 'terbangun', benar-benar hadir dan terbuka hati dalam melakukan segala hal," ujar pengajar meditasi di Washington, D.C. Tara Brach melansir New York Times.

Selain itu berdasarkan hasil penelitian Universitas Harvard, mindfulness meditation sama efektifnya dengan pengobatan depresi dan stres. Bagi Anda yang ingin berkenalan dengan dunia meditasi, berikut teknik dasar yang boleh dicoba bagi pemula sebelum melanjutkan ke teknik khususnya, dilansir dari The Guardian.

1. Luangkan waktu khusus untuk menyelami diri

Teknik Meditasi Dasar untuk Alirkan Energi PositifIlustrasi: Meditasi tak hanya menciptakan kondisi fisik yang baik namun bisa membuang stres dan menjernihkan pikiran (Foto: Herika MARTINEZ / AFP)

Berhubung konsentrasi adalah hal pertama sekaligus terpenting dalam bermeditasi, luangkan waktu khusus untuk menyelami diri. Jauhkan pikiran, ingatan, atau kekhawatiran yang mungkin bisa mendistraksi fokus Anda. Mengatasi itu, pastikan bermeditasi di saat waktu yang tepat agar meraih konsentrasi total.

Melansir Cosmopolitan, suasana hati alias mood turut menentukan keberhasilan meditasi. Untuk membangun mood yang baik, atur posisi dan suasana di tempat yang nyaman agar energi positif mengalir dengan optimal.

2. Perhatikan postur tubuh
Walau tak mengutamakan keaktifan fisik, meditasi memerlukan kemampuan tubuh untuk mengalirkan energi. Posisi tubuh yang tepat untuk dasar meditasi adalah duduk tegak, kedua tangan di atas lutut, leher tak kaku, serta dagu sedikit menunduk.

Beberapa jenis meditasi mengandalkan kekuatan fisik. Seperti meditasi Vipassana yang meyakini energi untuk menyeimbangkan pikiran berasal dari bagian dasar tulang belakang. Untuk memaksimalkan pelepasan energi, diperlukan posisi duduk yang baik. Dengan mata terpejam, cobalah membangun fokus selaras posisi tubuh yang nyaman.


3. Mengatur ritme pernapasan
Cara Meditasi yang Benar dan Mudah bagi Pemula [EBG]Meditasi tak melulu harus berada di ruangan khusus yang tenang, padahal meditasi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kuncinya adalah latihan teknik pernapasan yang benar dan biarkan pikiran menjadi tenang (Foto: Istockphoto/fizkes)

Pernapasan merupakan kunci untuk menciptakan ketenangan dan konsentrasi. Cara bernapas pada tahap dasar meditasi yakni menarik napas lewat hidung dan membuangnya perlahan melalui mulut. Dalam meditasi Kundalini, pengendalian napas disebut pranayam. Tak hanya membangun konsentrasi, pranayam memengaruhi suasana hati dan pelepasan energi.

Selain rasa tenang yang dihasilkan dari mengatur pernapasan, bernapas dalam pola hitungan detik meningkatkan konsentrasi Anda. Untuk itu, pastikan tarikan dan buangan napas Anda selalu dalam hitungan detik yang konsisten.

Untuk menciptakan keteraturan ritme, Anda perlu merasakan sensasi pernapasan pada dada, perut, atau bahu. Bernapaslah sambil berhitung untuk membentuk keteraturan pola pernapasan. Wajar jika Anda merasa sedikit kembung. Jika pikiran mulai terdistraksi, kembalilah berfokus pada hitungan pernapasan. Dengan begitu, pengendalian pernapasan menjadi kunci konsentrasi Anda

4. Biarkan indera bekerja
Meditasi mengandalkan kekuatan pikiran, indera, dan tubuh untuk berkomunikasi dengan diri sendiri. Untuk itu, fokus fisik harus selaras dengan pikiran, yakni dengan mengandalkan indera. Dalam bermeditasi, indera turut bekerja untuk merasakan sensasi baik pada tubuh atau lingkungan sekitar. Diilustrasikannya, indera mengendalikan seluruh tubuh dalam bermeditasi.

5. Teknik dasar 'memindai' tubuh
Dalam teknik dasar meditasi, memindai tubuh bukan berarti memperhatikan satu per satu bagian tubuh. Namun mencari hal atau sesuatu yang tidak nyaman pada diri Anda.

Jika ada, berikan perhatian penuh pada rasa tersebut, kemudian kembali ke titik fokus pada pikiran. Segala gangguan pada tubuh bukan untuk dihakimi, melainkan untuk diberikan perhatian penuh.


6. Tahu alasan bermeditasi
Ibarat jujur ketika berkomunikasi dengan diri sendiri, Anda perlu mengakui alasan dan harapan yang membawa Anda pada meditasi, kemudian lepaskan. Dengan terbiasa melepaskan segala ekspektasi, membuat terbiasa bersikap positif pada orang lain.

7. Bebaskan pikiran
Pada tahap ini, biarkan pikiran lepas dan berkelana. Nikmati fokus Anda dengan tenang dan tanpa kekhawatiran selama 20-30 detik.

9. Tahap penyelesaian

Cara Meditasi yang Benar dan Mudah bagi Pemula [EBG]Membuka mata adalah tahap terakhir dari teknik meditasi. Foto: Istockphoto/GMint

Sebelum membuka mata, berdamailah kembali dengan sekujur indera. Ibarat berpamitan dengan sensasi dan lingkungan, pindai kembali satu per satu indera Anda. Jika sudah puas merasakan sensasi pada pendengaran atau indera peraba, boleh membuka mata.

9. Terbiasa melakukan meditasi
Anda bisa mengaplikasikan fokus meditasi dalam aktivitas sehari-hari. Tak perlu melakukan teknik dasar meditasi secara utuh. Cukup mengendalikan tarikan dan buangan napas serta berfokus pada indera dan energi dari pikiran.

Melansir New York Times, cara makan (mindful eating) bahkan bisa membentuk ketenangan dalam beraktivitas. Perhatikanlah segala hal berkaitan pola makan, seperti rasa lapar dan kenyang, apa yang hendak Anda makan, hingga sensasi pada mulut ketika lidah mengecap rasa. Meyakini peran lidah sebagai bagian dari indera dengan makan perlahan mampu membiasakan Anda berkonsentrasi dan penuh perhatian ibarat sedang bermeditasi. Tertarik mencoba?

(vid/fef)