Menakar Target Empat Destinasi Wisata Prioritas Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 15:59 WIB
Menakar Target Empat Destinasi Wisata Prioritas Indonesia Pemandangan di Pantai Batuhoda, Danau Toba. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah RI melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengucurkan dana Rp6,4 triliun untuk pengembangan empat destinasi wisata di Indonesia. Keempat destinasi prioritas itu, adalah lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan dari total anggaran itu, Danau Toba diprioritaskan akan mendapat lebih banyak lantaran kawasan wisatanya lebih besar.




"Rp6,4 triliun itu untuk empat destinasi. Rata-rata bisa sekitar 1,6 triliun. Danau toba bisa lebih, karena lebih besar daerahnya," kata Arief Yahya di Balige, Jumat (19/7).

Menurut Arief anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan utilitas dalam kawasan wisata Danau Toba.

Jika pembangunan di dalam kawasan wisata seperti jalan, air dan listrik sudah baik, maka investor akan sangat mudah datang.

"Jadi ini untuk pembangunan di bagian dalam kawasan Danau Toba. Saat ini ada 7 investor yang sekarang sudah standby, dengan proyeksi investasi sekitar Rp6 triliun. Misalnya Danau Toba mendapat Rp 2 triliun dan digunakan untuk membangun infrastruktur di dalam, itu mungkin bisa mempercepat datangnya investor," ujarnya.


Arief Yahya mengungkapkan untuk kunjungan jumlah wisatawan di Danau Toba ditargetkan mencapai 1 juta wisatawan. Namun saat ini jumlah pelancong yang datang ke Danau Toba masih berkisar 300 ribu pengunjung.

"Teman-teman juga harus menerima target 1 juta. Logikanya begini. Kalau targetnya tidak satu juta, Danau Toba tidak akan kita bangun seperti ini," terangnya.

Arief Yahya juga mendorong kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk melakukan pembangunan destinasi wisata di wilayahnya.

Saat ini beberapa kepala daerah di kawasan Danau Toba sudah mulai mengusulkan destinasi apa yang akan dikembangkan.



"Jadi saya dulu pernah berjanji, bupati manapun yang mengusulkan akan saya garap. Begitupun setiap usulan tersebut harus berbeda dengan wilayah dan kabupaten lainnya. Misalnya Kabupaten Tapanuli Utara ngusulin, saya garap," kata Arief.

"Tapi ada catatannya ya, jangan sama pembangunannya. Dari awal sudah saya katakan, masing-masing destinasi harus punya perbedaan."

[Gambas:Video CNN] (fnr/agr)