Makna Motif Batik Parang Prabowo Saat Bertemu Megawati

tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 17:47 WIB
Makna Motif Batik Parang Prabowo Saat Bertemu Megawati Prabowo saat berkunjung ke rumah Megawati (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediaman Mega pada hari ini, Rabu (24/3). Dalam pertemuan penting tersebut, kedua tokoh politik itu kompak menggunakan batik.

Prabowo menggunakan batik bermotif parang berukuran besar, sedangkan Mega juga menggunakan motif batik bernuansa peranakan dengan tambahan motif parang dalam 'piring' berukuran kecil.

Prabowo memakai batik parang berwarna putih, hijau, dan hitam. Sementara Mega tampil lebih berwarna dengan paduan merah dan kuning.


Desainer Itang Yunasz menjelaskan batik yang dipakai Prabowo merupakan pengembangan dari motif batik yang ada. Terlihat tiga macam batik yakni parang barong, kawung dan gurdo.

“Itu motif parang barong selingkaeung dengan gurdo. Parang barong zaman dulu hanya dipakai oleh raja artinya kekuasaan yang luas, kawung simbol rakyat, dan gurdo adalah simbol negara," kata Itang kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/7).

Motif batik parang ini sarat akan makna. Parang berasal dari kata pereng yang memiliki arti lereng atau tebing. Motif ini digambarkan dengan huruf S dan membentuk garis diagonal. Huruf S itu saling terkait satu sama lain.


Motif parang merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia yang diciptakan oleh pendiri Keraton Mataram. Motif ini dulunya menentukan derajat bangsawan seseorang sehingga hanya boleh digunakan oleh raja dan keturunannya. 

Ada banyak jenis motif batik parang yang memiliki arti berbeda-beda. Dikutip dari berbagai sumber, secara simbol, motif batik parang memiliki makna filosofis manusia yang tidak pernah menyerah dalam mengarungi kehidupan. Layaknya ombak yang tak pernah berhenti bergulung.

Pendapat yang sama juga diutarakan desainer batik Era Soekamto.
Era menyebut parang barong sebenarnya hanya dipakai para raja. Namun motif itu boleh dipakai, setelah dikombinasi dengan motif lain seperti yang dipakai Prabowo.

"Hanya bagi yang paham diplomasi simbol, parang digunakan untuk overpowering, penyataan sebagai pemimpin atau atau motif yang gagah untuk ksatria," ucap Era yang merupakan Direktur Kreatif Iwan Tirta.

Lebih lanjut, menurut Era, motif parang merupakan doa agar pemakai dapat terus menerus meningkatkan kesadaran spiritualnya, dekat dengan Sang Maha Pencipta, kebijaksanaan, welas asih, hingga jadi suri tauladan bagi banyak orang.

Motif parang yang menyerupai deretan huruf S memiliki arti berkesinambungan. Motif ini menggambarkan jalinan kehidupan yang tidak terputus. Ia menunjukkan konsistensi untuk terus memperbaiki diri dan menjaga hubungan baik antar manusia, dengan alam, dan Tuhan.

Parang juga berarti cita-cita luhur, kokoh pendirian, dan menjunjung kebenaran. Dinamika dalam parang menggambarkan ketangkasan dan kewaspadaan.  

  
Di bagian bawahnya, batik Prabowo ini juga memiliki motif Gurda yang berukuran cukup besar.

Gurda berasal dari kata garuda. Dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda punya kedudukan penting. Selain itu kepercayaan masa lalu garuda menjadi lambang matahari. Garuda juga kerap dianggap mewakili simbol kehidupan dan kejantanan.

"Pak Prabowo enggak tahu ya sadar atau enggak. Parang dan gurdo di saat bersamaan itu seperti double statement," kata Era kepada CNNIndonesia.com.

Berbeda dengan Prabowo, motif batik yang dipakai Mega, kata Era, merupakan batik kontemporer yang tak memiliki arti khusus. (ptj/chs)