Semarak Batik di Sidang Keamanan PBB

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 11:50 WIB
Semarak Batik di Sidang Keamanan PBB ilustrasi batik (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada pemandangan berbeda dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) pada Selasa (7/5) kemarin. Sebagian peserta sidang mengenakan busana bernuansa batik

Nuansa Indonesia begitu kental ditambah pemimpin sidang kemarin adalah Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Mengutip dari unggahan Instagram Kementerian Luar Negeri RI, diplomat internasional yang mengenakan batik salah satunya Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. 

[Gambas:Instagram]


Bukan hanya Retno Marsudi dan perwakilan Indonesia yang memakai batik, tapi juga beberapa delegasi peserta pertemuan dari berbagai negara, misalnya Amerika Serikat, Jerman, Pantai Gading, Prancis, Peru, Republik Dominika, dan Tiongkok.

Uniknya, batik dan busana motif tenun yang dipakai para delegasi dalam sidang ini merupakan koleksi pribadi para peserta. Bukan hanya berbekal dari pemberian orang Indonesia, ada juga yang membelinya sendiri saat berkunjung ke Indonesia.


"Sangat menyenangkan bahwa dalam sidang hari ini cantik dan colorful, karena sebagian besar anggota DK PBB mengenakan batik, termasuk sekjen PBB mengenakan tenun dari Bali," kata Retno dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com.

Penggunaan batik sebagai dresscode dalam sidang DK PBB ini diharapkan bisa lebih mempopulerkan batik.

Batik resmi diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Sejak saat itu, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. 

Batik merupakan teknik menggambar pada kain dengan menggunakan lilin atau malam. Umumnya masyarakat mengenakan batik dalam momen-momen istimewa. Bahkan ada motif-motif tertentu yang hanya bisa dikenakan kaum bangsawan atau keturunan kerajaan. 

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, masyarakat mengenal batik dalam berbagai elemen. Motif-motifnya menghiasi beragam benda termasuk gitar, mobil, peralatan rumah tangga bahkan motif penghias dinding. Batik tak hanya membatasi kreasi pada kain. 

Batik pun kini mengglobal dan dinikmati masyarakat di berbagai belahan dunia. 


Selama sidang, Indonesia tak melulu menekankan isu internasional penting seperti misi pemeliharaan perdamaian dan perlindungan penduduk sipil. Kesempatan sidang juga dimanfaatkan untuk promosi kebudayaan Indonesia. 

"Di samping batik, akan dihadirkan pula tari Saman Aceh pada akhir bulan ini. Tengah berlangsung pula pameran foto mengenai berbagai bentuk kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia, yang berlangsung di Markas Besar PBB hingga tanggal 17 Mei 2019," tulis Kemlu dalam unggahannya.  (els/chs)