Risiko 'Kegemukan' Hantui Pengguna Gawai

Tim, CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 13:16 WIB
Risiko 'Kegemukan' Hantui Pengguna Gawai Ilustrasi. Studi anyar menemukan, penggunaan gawai berisiko terhadap kegemukan, (Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggunaan gawai tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari manusia masa kini. Namun, siapa yang tahu jika terlalu banyak bermain gawai berisiko terhadap kegemukan.

Sebuah studi yang dipresentasikan pada konferensi American College of Cardiology's menemukan, mereka yang menghabiskan waktu bersama gadget lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan.

Proyek bertajuk "The Technological Slavery of the Future" itu melibatkan sebanyak 1.060 mahasiswa dari Simon Bolivar University, Kolumbia. Mereka terdiri dari 700 perempuan dan 360 laki-laki berusia 19-20 tahun.


Peneliti menemukan, partisipan yang menggunakan ponsel pintar lebih dari lima jam dua kali lebih mungkin mengonsumsi makanan dan minuman serba manis, makanan cepat saji, dan camilan. Dengan cara itu, mereka berisiko 43 persen lebih tinggi untuk mengalami kenaikan berat badan.

"Rata-rata waktu orang terpapar teknologi, khususnya penggunaan ponsel, berhubungan dengan timbulnya obesitas," kata pemimpin studi, Mirary Mantilla-Morron, melansir New York Post.

Tak aneh, sebab semakin lama bergulat dengan gawai, semakin minim aktivitas fisik yang dilakukan. Konsumsi makanan tak sehat secara otomatis akan meningkat.

Dalam kesimpulannya, studi juga menyebut, gaya hidup sedenter (minim aktivitas fisik) bisa meningkatkan risiko kematian dini, diabetes, penyakit jantung, kanker, dan kanker.

Penelitian ini bukan yang pertama kali mengaitkan penggunaan gawai dengan risiko kegemukan. Pada Februari lalu, studi menemukan, seseorang yang makan sembari bermain ponsel bisa mengonsumsi lebih banyak kalori.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)