Berburu Kuliner Legendaris di Kampoeng Tempo Doeloe JFFF

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 12:07 WIB
Berburu Kuliner Legendaris di Kampoeng Tempo Doeloe JFFF Suasana Kampoeng Tempo Doeloe dalam gelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuliner legendaris seakan tak ada matinya. Sajian ini mampu mempertahankan rasa dan keautentikannya meski zaman terus berganti.

Para pecinta kuliner kini bisa berburu aneka kuliner legendaris itu di Kampoeng Tempo Doeloe, sebagai bagian dari gelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) yang ke-16. Kampoeng Tempo Doeloe bisa dinikmati di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta mulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019.

Ragam makanan legendaris tersaji dengan suasana tempo dulu diiringi musik jadul. Lebih dari 100 pedagang makanan yang terpilih berkumpul di satu tempat untuk mengenyangkan para pemburu kuliner. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan unit usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka didatangkan langsung dari tempat asalnya seperti Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.


Kebanyakan kuliner ini mampu bertahan selama lebih dari tiga dekade dan sudah dikenal luas oleh masyarakat setempat.

"Kami menyajikan kuliner legendaris berdasarkan riset tim Kampoeng Tempo Doeloe. Kuliner ini eksis sejak tiga dekade lalu," kata President Director Summarecon, Adrianto P Adhi saat pembukaan JFFF di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (7/8).

Setiap minggunya, Kampoeng Tempoe Doeloe menghadirkan kuliner legendaris unggulan dari daerah yang berbeda, di samping puluhan stan kuliner tetap.

Tepat di Hari Kemerdekaan tanggal 17 dan 18 Agustus 2019, hadir pula kuliner legendaris tuan rumah, yakni Jakarta. Ada Soto Tangkar Tanah Tinggi 1946, Bakmi Amoy Gang Gloria 1980, Nasi Uduk Kebon Kacang, Rujak Shanghai Encim 1950, Ketan Susu Kemayoran, Pempek Megaria 1989, Es Teler Sari Mulia Megaria, dan Soto Betawi H Ma'ruf 1940.

Seminggu berselang pada 24 dan 25 Agustus, giliran kuliner legendaris Bogor dan Sukabumi yang mengisi La Piazza. Pecinta kuliner bisa menikmati Soto Kuning Pak Aming, Cungkring Pak Jumat, Martabak Air Mancur, Es Bir Kotjok Si Abah sejak 1965, Toko Asinan Asli Bogor sejak 1967, Asinan Jagung Bakar Pak Sabud sejak 1968, dan Bubur Ayam Bunut Siliwangi Sukabumi.

Setelahnya, kuliner legendaris dari tanah Jawa yakni Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya bakal hadir pada 31 Agustus dan 1 September. Tersaji Mangut Kepala Manyung Bu Fat, Asem-asem Daging Koh Liem Semarang, Lunpia Super Cik Yoen Semarang, Tahu Lek Telor Cak Kahar Surabaya, Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Pisang Goreng Madu Bu Nanik, dan Gudeg Sagan Yogyakarta.

Pada pekan penutup 7 dan 8 September, hidangan Bandung dan Cirebon bakal memuaskan perut Anda. Kupat Tahu Gempol 1965, Batagor Abun, Ayam Madu Sibangkong, Es Duren Sakinah Pak Aip, Iga Bakar Si Jangkung, Nasi Jamblang Mang Dul, Mie Koclok Edi, Empal Gentong Mang Darma Asli, dan Kerupuk Sambal ala Cirebon bisa dirasakan kenikmatannya.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)