Atomik, 'Tetesan' Vodka dari Zona Radiasi Chernobyl

tim, CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 17:27 WIB
Atomik, 'Tetesan' Vodka dari Zona Radiasi Chernobyl Chernobyl kini tak cuma menghasilkan miniseri menghebohkan beberapa waktu lalu. Kini Chernobyl punya hal lain untuk dibanggakan, vodka atomik.(Istockphoto/igorr1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chernobyl kini tak cuma menghasilkan miniseri menghebohkan beberapa waktu lalu. Kini Chernobyl punya hal lain untuk dibanggakan, vodka.

Sebuah vodka artisan diproduksi dengan bahan-bahan yang berasal dari zona ekslusi Chernobyl. Para ilmuwan pun bersikeras bahwa minuman beralkohol itu aman untuk diminum.

Para ilmuwan dari University of Portsmouth menciptakan vodka 'atomik' yang dibuat dengan butir air zona eksklusi. Ini menjadikan produk konsumen pertama yang datang dari daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir yang ditinggalkan.


Chernobyl adalah situs bencana nuklir terburuk di dunia dengan kawasan yang mungkin masih menyimpan radioaktif. Bencana ini pun menyebabkan ribuan kematian.


Ledakan reaktor pada 1986 di pabrik nuklir Chernobyl memaksa adanya evakuasi di seluruh wilayah dan gelombang radioaktifnya mengepul di seluruh Eropa. Ledakan ini menewaskan setidaknya 31 orang sedangkan jutaan orang lainnya terpapar tingkat radiasi yang berbahaya. Bahkan ada perkiraan jumlah kematian dari masalah jangka panjang berkisar hingga 200 ribu orang.

Hanya saja tim ilmuwan dari University of Portsmouth dan Ukraina meracik vodka sebagai bagian dari protek penelitian tiga tahun untuk transfer radioaktif. Mengutip CNN, Jim Smith yang memimpin proyek vodka Chernobyl telah melakukan penelitian tentang Chernobyl selama beberapa dekade. Dia bekerja dengan tim untuk mecari tahu seberapa aman penggunaan lahan di sana untuk bercocok tanam.

"Sekitar 30 tahun setelah kecelakaan itu, yang kami temukan adalah hasil panen di area tersebut berada pada batas atas yang sangat hati-hati untuk dikonsumsi. Jadi secara teknis, Anda tidak bisa makan tanaman itu," katanya.

"Tapi kami berpikir, kami punya biji-bijian, mengapa tak coba buat vodka?"


Untuk membuat vodka Chernobyl, mereka melakukan penyulingan alkohol dengan air mineral dari kota akuifer di kota yang berjarak 10 km di selatan reaktor, dan diklaim bebas kontaminasi.

Para peneliti mengklaim vodka ini aman diminum. Meskipun tim menemukan ada beberapa tingkat radioaktivitas dalam biji-bijian yang dipakai untuk membuat minuman. Namun, masih klaim mereka, penyulingan bisa mengurangi tingkat pengotor ke level yang tak terdeteksi sehingga aman dikosumsi.

"Ketika Anda menyaring sesuatu, banyak kotoran tetap ada produk sisa, namun produk akhirnya lebih murni. Inilah yang kami temukan dengan vodka kami. Kami fermentasi lalu disuling."

"Kami tak bisa mengukur apapun dalam kadar radioaktivitas dalam produk tersebut, kecuali karbon alami 14 yang biasa Anda temukan dalam minuman penambah semangat, atau makanan apapun."

Melalui perusahaan Chernobyl Sprit Company, tim ini berencana untuk memulai tahap pertama produksi skala kecil vodka yang diberi nama Atomik ini. Mereka juga berencana untuk mengembalikan 75 persen keuntungannya untuk masyarakat yang terkena bencana.

"Saya pikir ini adalah botol spirit yang paling penting di dunia karena bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang tinggal did alamnya dan di sekitar daerah yang ditinggalkan," ucap Smith dalam pernyataannya.

[Gambas:Video CNN] (chs)