Pangkas Obesitas, Rumania Bakal Terapkan Pajak Minuman Manis

tim, CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 07:35 WIB
Pangkas Obesitas, Rumania Bakal Terapkan Pajak Minuman Manis ilustrasi minuman manis (Hebi65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minuman manis menjadi salah satu penyebab obesitas meningkat di dunia. Berbagai cara pun dilakukan mengurangi obesitas, salah satunya dengan memberikan atau meningkatkan pajak aneka minuman manis.

Pemerintah Rumania mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka berencana untuk memberikan pajak retribusi untuk minuman dingin dengan perasa. Kebijakan ini dilakukan setelah melihat apa yang sudah dilakukan Perancis. 

"Pajak ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi minuman berasa dan meningkatkan pengeluaran publik, yang biasanya dihabiskan untuk kesehatan dan edukasi," kata Menteri Keuangan Rumania yang tertulis dalam surat edaran pada hari Selasa dikutip dari AFP.



"Wabah obesitas di negara bagian Eropa sangat besar, ini menjadi beban bagi sistem kesehatan."

Menurut sebuah sumber, retribusi tersebut harus bisa mencapai 66 miliar euro atau setara Rp 105 triliun sepanjang sisa tahun 2019. Bahkan bisa jadi bagian dari tinjauan anggaran yang lebih luas. Ini juga akan melihat kenaikan pajak pada tembakau dan pemotongan anggaran di beberapa bidang pengeluaran publik.

Pemerintahan sayap kiri - yang mendukung kesetaraan dan egalitarianisme - sedang mencoba untuk menurunkan target defisit publik agar bisa mencapai 2,76 persen tahun ini. Namun target menjadi lebih sulit ketika banyaknya warga yang pensiun dan upah sektor publik di tahun 2018. 

Sementara, pemerintah pusat- yang mendukung demokrasi - tidak setuju dengan pajak baru ini. Mereka menyebut proposal serupa dengan yang diajukan oleh partai USR liberal pada bulan April yang ditolak oleh pemerintah pada saat itu.


Asosiasi produsen minuman ringan Rumania mengecam pajak itu sebagai "diskriminatif". Mereka mengatakan akan merusak sektor ini, yang menyumbang sekitar 60.000 pekerjaan.

Menurut konsultan KeysFin, pasar minuman manis di Rumania bernilai sekitar 1,2 miliar euro. (nad/chs)