Cerita Rumah Panggung Woloan Kebanggaan Tomohon

CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 16:10 WIB
Cerita Rumah Panggung Woloan Kebanggaan Tomohon Rumah panggung Woloan. (CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah)
Tomohon, CNN Indonesia -- Jika ingin menuju Danau Linow di Tomohon, biasanya pengunjung akan melewati sebuah jalan yang biasa-biasa saja namun anehnya di sepanjang jalan itu dipenuhi rumah panggung.

Kawasan tersebut bernama Woloan, sudah sejak lama area ini dikenal sebagai penghasil rumah panggung. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, atau mungkin juga sebelum masuknya Penjajah.

Berdasarkan info yang dihimpun dari berbagai sumber, sentra industri rumah panggung di Woloan berkembang pesat dengan kehadiran tempat kursus yang dipelopori oleh Br. Van Den Linden SJ.


Tujuan utamanya adalah melatih masyarakat agar memiliki pengetahuan dan kemampuan, sehingga bisa digunakan untuk membangun infrastruktur seperti Gereja, Rumah Sakit, dan Sekolah.

Geraja Katolik Paroki Kristus Raja di Kembes, yang didirikan pada tahun 1933, adalah salah satu contoh yang dibangun dengan tenaga tukang dari Woloan.


Rumah kayu di Woloan pada umumnya berbentuk panggung (wale meito'tol) yang bisa dibongkar dan dirakit kembali. Dari proses inilah dikenal sebutan Rumah Kayu Bongkar-Pasang (knock-down).

Untuk membuat rumah kayu diperlukan dua jenis kayu, pertama adalah kayu Besi untuk bagian rangka dan kayu Cempaka untuk bagian lainnya.

Seorang pengrajin rumah kayu di Woloan, Yohan, menuturkan rumah kayu ini bisa berusia lebih dari 50 tahun karena kualitas kayunya yang cukup baik.

Hikayat Rumah Kayu WoloanFoto: CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah

"Kalau kayu dulu, bisa lebih (panjang usianya). Rumah kakek saya sudah ada sejak tahun 1920, dan sampai sekarang masih kokoh," ujar Yohan saat ditemui CNNIndonesia.com di Woloan, beberapa saat lalu.

Untuk membangunnya dari kayu gelondongan, ia menambahkan, diperlukan waktu sekitar dua bulan. Sementara untuk memasangnya diperlukan waktu maksimal dua pekan.

Aturan ini berlaku untuk rumah kayu yang tingkat dan memiliki empat buah kamar, jika ukurannya lebih kecil maka durasinya akan jauh lebih cepat begitu pun sebaliknya.

Hikayat Rumah Kayu WoloanRumah panggung Woloan (CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah)


Terkait masalah harga, Yohan mematok Rp380 juta untuk rumah panggung tingkat yang memiliki empat kamar dengan luas sekitar 168 meter persegi.

Menurutnya harga tersebut sudah termasuk biaya pasang, pekerja, dan ongkos kirim.

"Udah tinggal terima jadi aja. Nanti beberapa tukang kami yang akan antar dan pasang rumahnya di lokasi,"

Ia menyebutkan sejak zaman dulu rumah panggung Woloan dipesan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.

Hikayat Rumah Panggung WoloanPara pekerja sedang membangun rumah panggung (CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah)


Namun kini dirinya jauh lebih berhati-hati dan teliti saat ada pembeli yang tertarik dengan rumah panggung Woloan, karena ia sempat terkena tipu saat ia mengirim ke daerah Bogor, Jawa Barat.

"Saya sudah kirim 7 buah yang ukuran kecil ke Puncak, yang pesan orang Arab. Mereka baru bayar sebagian dan janji akan melunasi ketika barang terpasang, eh tau-taunya pas rumah panggung berdiri mereka sudah balik ke negaranya. Ya sudah mau gimana lagi, soalnya waktu itu tidak ada perjanjian jual beli," ujarnya.

(agr/ard)