Nangka Martini, 'Infuse' Indonesia di Koktail Eropa

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 17:46 WIB
Nangka Martini, 'Infuse' Indonesia di Koktail Eropa Seiring waktu, martini yang awalnya dipanggil Martinez mendpat 'suntikan' rasa dari berbagai tambahan di dalamnya, salah satunya menjadi nangka martini. (Istockphoto/DNY59)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak 1862, martini selalu dibuat dari campuran gin dan vermouth. Sebutir zaitun hijau yang mengambang di tengah pun menjadi pemanis minuman beralkohol ini. Martini, atau martinez, panggilannya kala itu, disajikan dengan es batu.

Kala itu juga, martinez dibuat dengan mencampurkan empat bagian vermouth merah manis dengan satu bagian gin lalu dihias dengan ceri. Lama kelamaan, vermouth manis pun digantikan dengan vermouth putih yang tak manis. Perbandingannya pun menjadi 1:1 bukan 4:1. Ceri pun berubah menjadi zaitun.

Sama seperti minuman dan makanan lainnya, perkembangan dunia kuliner menjadikan aneka koktail termasuk martini pun ikut berubah. Varian yang populer antara lain adalah vodka martini yang mengganti gin dengan vodka.


Sekalipun klasik, koktail ini tetap digemari. Mata-mata populer dunia James Bond adalah salah satu penggemar setia martini. Dia bahkan punya cara tersendiri untuk menikmati martini klasik dengan zaitun dalam martini saucer, shaken, not stirred. (dikocok bukan diaduk).

Varian martini pun makin beragam. Para bartender semakin berani bereksperimen untuk membuat aneka minuman ini.


Black Ink martini misalnya. Minuman ini memang jauh dari wajah martini yang dikenal selama ini. Hitam, gelap, dan dalam, jauh dari sebuah kata jernih. Minuman 'menyeramkan' dibuat dari kombinasi tinta cumi, brandy, vermouth, lime, dan agave. Sebagai garnishnya diberikan oregano segar. Rasanya terasa sangat kuat namun sedikit rasa amis tinta cumi membuat vermouth manis dan brandy anggur diklaim jadi lebih menarik.

Matcha agaveFoto: dok. Hakkasan
Matcha agave

Foie gras atau hati angsa yang populer jadi makanan mewah dan mahal juga pernah dibuat jadi bahan dasar martini. Aroma sandalwood memenuhi bar saat gelas martini meluncur dari tangan Shuzo Nagumo. Aroma ini keluar dari sebuah kantong plastik penuh asap, yang membungkus gelas.

Nagumo sedang bereksperimen dengan karya barunya yang ia beri nama foie gras-infused vodka chocolate martini. Foie gras sendiri adalah makanan khas Perancis yang terbuat dari hati angsa. Sekilas agak janggal, akan tetapi inilah kreasi ala mixologist kenamaan Jepang dengan spesialisasi rasa aneh dan presentasi dramatis.

"Saya menggunakan bahan apapun yang bisa saya bayangkan. Ini bukan sekadar bumbu, tapi aroma dan (makanan) yang tidak akan terpikirkan untuk dibuat," kata Nagumo seperti dikutip dari CNN.

Acar, bacon, sriracha, lobster, pizza, sampai wasabi juga bisa dikreasikan jadi bahan dasar martini.

Foie gras martini di JepangFoto: Screenshoot via edition.cnn.com
Foie gras martini di Jepang

Nangka martini

Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia, nangka yang identik dengan buah tropis ternyata juga tak luput jadi bagian perkawinan dengan martini.

Charles Richard, bar manager Hakkasan Jakarta dan timnya mengawinkan nangka dengan martini. Saya menjadi 'saksi nikah' keduanya, Nangka Martini, saat Hakattini Nights yang digelar tiap Rabu.


"Ini unik, campuran nangka dalam martini."

Semua orang rasanya tahu bagaimana kuat dan khasnya aroma nangka yang 'mengalahkan segalanya.' Bagaimana rasanya jika nangka yang kuat ini berpadu dengan pahit getir martini. Skeptis? sudah pasti.

HakkatiniFoto: dok. Hakkasan
Hakkatini

Disajikan dalam martini saucer, aroma nangka langsung tercium semerbak ketika Charles mulai beraksi meracik koktailnya. Bukan cuma karena tambahan garnish nangka di pinggirnya, tapi juga campuran 'sari nangka' di dalamnya.

"Menu ini sudah dikurasi untuk para tamu yang ingin santai selepas kerja," katanya.

Nangka ini tak cuma sekadar aroma. Ada rasa nangka yang cukup kuat di dalamnya namun tak over dan menghilangkan sensasi martini di dalamnya. Kuncinya ada pada perbandingan yang sesuai. 'Kearifan lokal' yang berpadu dengan koktail favorit menghadirkan sebuah kombinasi unik untuk bersantai.

Tak cuma berkreasi dengan martini, Charles juga 'bermain' dengan sazerac, varian cognac atau wiski versi New Orleans.

Untuk yang satu ini, dia bermain dengan lemak bebek menjadi smoke duck sazerac. "Pilihannya ada dua, orang suka banget, atau malah aneh banget rasanya," katanya. 

(chs)