FOTO: Anak-anak yang Tak 'Mengejar' Matahari

AP, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 16:53 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Xeroderma pigmentosum, penyakit genetik menyerang kulit anak lebih sering terjadi pada populasi yang mengalami inses atau perkawinan antarkerabat.

Di saat banyak orang mencari sinar matahari, Mustapha malah justru menghindarinya. Kulit dan matanya bakal terbakar jika dia terkena sinar matahari, sama seperti vampir.  (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
“Bagaimana pun juga, saya benci matahari. Itu membuat saya terluka,” katanya sambil duduk di pangkuan ibunya, dikutip dari AP.  (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Mustapha, bocah lelaki tujuh tahun ini punya wajah yang penuh dengan bintik-bintik cokelat gelap di seluruh wajahnya. Buat kepala sekolahnya, bintik cokelat ini dianggap sebagai gangguan bagi siswa lainnya. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Sampai saat ini dia sudah melakukan 11 kali operasi untuk menghilangkan pertumbuhan kanker di kulitnya. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Dia bersama dengan ribuan keluarga lainnya di seluruh dunia berjuang untuk melawan XP. Mereka tak cuma berjuang untuk mencari pengobatan dan perawatan terbaru, tapi di Maroko, mereka juga berjuang untuk mencari pengakuan, bantuan pemerintah, dan juga hak untuk sekolah. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
“Dia sedih (dengan kondisinya, tapi saya tidak bisa mengambil risiko dengan membawanya ke sekolah di mana tak ada perlindungan untuk mereka,” katanya. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Kenneth Kraemer yang meneliti XP di Institut Kesehatan Nasional AS mengungkapkan bahwa kelainan ini lebih sering terjadi di Afrika Utara dibanding dengan negara lainnya. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Kelainan ini disebabkan oleh genetik. XP lebih sering terjadi pada populasi yang mengalami inses atau perkawinan antarkerabat. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)