Beda Parfum, Eau De Toilette, dan Cologne

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 11:44 WIB
Mengetahui perbedaan parfum, eau de toilette (EDT), dan cologne (EDC) berguna agar Anda menggunakan wewangian yang tepat di acara tertentu. Ilustrasi parfum. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Parfum sepertinya sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi beberapa orang sebelum pergi ke luar rumah. Walaupun hampir semua orang sekarang menggunakan parfum setiap hari, tetapi masih banyak juga yang belum mengetahui bahwa parfum memiliki berbagai jenis dengan kadar wewangian yang berbeda pula.

Salah satunya, orang kerap dibuat bingung dengan perbedaan antara parfum biasa atau eau de parfum, eau de toilette, dan cologne.


Mengingat istilah tersebut menggunakan bahasa Prancis dan biasanya tertera pada botol, kita terkadang tak mampu menerka perbedaan mendasar di antara ketiganya.


Jenis parfum tersebut dibedakan karena masing-masing dirancang untuk diaplikasikan pada kondisi yang bermacam-macam.

Istilah parfum biasa atau eau de parfum (EDP), eau de toilette (EDT), dan cologne (EDC) sebenarnya bukan sekadar untuk menciptakan kesan mewah melalui namanya. Di balik itu menjelaskan arti yang sangat spesifik mengenai intensitas, harga, dan keawetan masa pakai parfum.

Esens atau bibit parfum seperti yang Anda bisa temui di toko-toko itulah yang merupakan bahan dasar aroma wangi. Seperti aroma kayu cedar, cendana, melati, mawar, ambergris, maupun jenis ekstrak pewangi sintetis lain.

Bau esens itu sendiri sebenarnya tidak begitu menarik karena terlalu terkonsentrasi, sehingga perlu diencerkan dengan campuran alkohol dan air. Dengan campuran tersebut didapatlah aroma yang wangi seperti yang dijual di pasaran.

Nah, karena tak asal campur, proporsi dan intensitasnya umumnya dibedakan ke dalam tiga jenis berikut.


Parfum atau Eau De Parfum (EDP)

Perbedaan Parfum, Eau De Toilette, dan Cologne [EBG]Parfum mengandung 15 hingga 20 persen ekstrak parfum yang dapat bertahan hingga 5 hingga 8 jam. Itulah sebabnya EDP memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan eau de toilette maupun eau de cologne. (Foto: Dok. chanel via Facebook)

Parfum adalah jenis pewangi tubuh yang paling umum atau paling sering ditemukan di pasaran. Harga dari parfum bervariasi ada yang bisa dibilang murah hingga beberapa merek yang membanderol parfum mereka dengan harga yang sangat mahal.

Spesialis wewangian dari The Powder Room Samantha Taylor mengungkapkan perbedaan utama antara eau de parfum dan eau de toilette ada hubungannya dengan konsentrasi parfum di setiap aroma.

Pada dasarnya, eau de parfum adalah parfum yang lebih kuat daripada eau de toilette karena konsentrasi minyaknya lebih tinggi.

"Satu-satunya perbedaan antara eau de parfum dan eau de toilette adalah jumlah ekstrak atau konsentrat parfum yang dicampur dengan alkohol," ujar Taylor.

"Mungkin ada perbedaan dalam aroma, namun sangat sedikit. Perbedaan keduanya hanya terletak pada porsi ekstrak dalam alkohol, sementara aromanya sebenarnya sama saja."

Parfum memiliki konsentrat paling tinggi dan zatnya paling halus di antara jenis pewangi tubuh lainnya. Jenis wewangian ini cenderung sedikit lebih berminyak dan biasanya mengandung 15 persen hingga 40 persen ekstrak parfum murni.

Konsistensi sedikit lebih kental dan berminyak. Biasanya cenderung dikemas dalam botol sumbat, bukannya semprotan. Sebab wanginya terlalu kuat untuk disemprotkan ke mana-mana, terlebih harganya pun terlalu mahal. Namun persentase ekstrak parfum murni belum tentu menjadi indikator kualitas parfum, ya.

Dengan tingginya kandungan konsentrat itu, wangi parfum pun bisa sangat awet dan bertahan hingga seharian. Mudahnya, semakin banyak kandungan esens atau bibit dalam parfum, maka akan semakin wangi tahan lama. Jadi tidak heran jika ada banyak merk parfum yang berani menghargai parfumnya dengan harga yang sangat mahal.

Selain itu, cara menggunakan parfum juga perlu diperhatikan agar aromanya benar-benar keluar. Cukup oleskan sedikit pada titik-titik tubuh tertentu saja. Cobalah gunakan parfum pada area nadi, seperti pada pergelangan tangan bagian dalam, di dalam siku, di sekitar leher atau belakang telinga, atau di belakang lutut.

Bagian-bagian tersebut akan cenderung menghasilkan suhu panas tubuh lebih tinggi yang membantu menyebarkan aroma parfum ke seluruh tubuh. Disarankan juga untuk mengoleskan pelembap atau lotion tanpa aroma pada area kulit yang ingin dikenakan parfum sebelum menyemprotkannya.

Kondisi lembap dan permukaan kulit yang hangat akan menahan aroma parfum pada kulit sehingga wanginya tahan lebih lama daripada hanya menyemprotkan parfum secara langsung ke kulit kering.

Eau De Toilette (EDT)

Perbedaan Parfum, Eau De Toilette, dan Cologne [EBG]Eau de toilette adalah pewangi ringan yang mampu bertahan hingga 5 jam. EDT merupakan pilihan tepat ketika tidak ingin aroma yang terlalu kuat yang dapat mengganggu rekan kerja di kantor. (Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

Eau de toilette adalah pewangi tubuh yang memiliki aroma yang lebih ringan dan menyegarkan ketimbang parfum yang terkesan mempunyai aroma yang berat. Karena pewangi ini memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan esensnya.

Konsentrat esens pada EDT berkisar 5 persen hingga 15 persen saja. Inilah yang menyebabkan harga eau de toilette dibandrol lebih murah ketimbang parfum biasa.

Dengan kandungan alkohol yang tinggi sementara konsentrat bibit parfumnya yang cukup rendah, membuat ketahanan eau de toilette hanya sekitar 3 sampai 5 jam saja.

Meski daya tahan wangi yang bisa dibilang sebentar, eau de toilette merupakan salah satu jenis pewangian tubuh yang paling populer karena harganya yang cenderung murah. Sebutan eau de toilette sendiri berasal dari istilah Prancis faire sa toilette yang artinya bersiap-siap.

Karena teksturnya lebih encer dibandingkan dengan parfum, EDT biasanya dijual dalam kemasan spray. Ketika pertama kali disemprotkan, EDT mengeluarkan aroma segar. Namun kandungan alkohol yang tinggi itu membuatnya menguap dari kulit dengan cepat.

Berbeda dari parfum, EdT adalah jenis wewangian yang sempurna untuk digunakan sehari-hari karena aromanya ringan dan praktis digunakan.

Cologne atau Eau De Cologne (EDC)

Perbedaan Parfum, Eau De Toilette, dan Cologne [EBG]Di Amerika Utara, cologne identik sebagai aroma maskulin karena aromanya yang segar dan ringan. Biasanya EDC mengandung dua hingga empat persen ekstrak parfum. Ketahanannya pun hanya berlangsung sekitar dua jam. (Foto: Pixabay/monicore)

Eau de Cologne atau yang biasa hanya disebut cologne adalah jenis pewangi tubuh yang paling maksimal mengandung 5 persen konsentrat essential oil saja. EDC mempunyai kadar air dan alkohol cukup tinggi dibandingkan kedua jenis parfum di atas. Aromanya pun tentu lebih cepat menguap dan hanya bisa bertahan sekitar 2 hingga 3 jam saja.

Cologne berasal dari kota Köln, Jerman, tempat jenis wewangian itu pertama kali dibuat. Di tempat asalnya, ada campuran wewangian tertentu yang termasuk dalam kategori khusus eau de cologne dengan ciri yang sangat ringan, segar, dan umumnya beraroma buah-buahan seperti lemon, bergamot, jeruk, maupun neroli.

Namun belakangan ini, eau de cologne atau cologne sudah dikategorikan sebagai jenis parfum yang paling encer. Cologne jarang sekali berharga mahal, namun tetap menjadi pilihan masyarakat karena identik dengan jenis wewangian untuk anak muda.

Itulah perbedaan mendasar antara parfum biasa atau eau de parfum (EDP), eau de toilette (EDT), dan cologne (EDC) yang terletak pada konsentrasi parfumnya. Nah, sudah menentukan mau membeli jenis wewangian tubuh yang mana?

Biasanya disarankan menggunakan parfum untuk acara di malam hari karena aromanya yang intens, sedangkan dengan bau yang tak mencolok namun segar eau de toilette (EDT) dan cologne (EDC) cocok untuk penyempurna penampilan di siang hari. (faz/fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK