Hari Nyamuk Sedunia, Ingatkan Bahaya Penyakit 'Bawaan' Nyamuk

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 11:17 WIB
Hari Nyamuk Sedunia, Ingatkan Bahaya Penyakit 'Bawaan' Nyamuk Foto: REUTERS/Jaime Saldarriaga
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 120 tahun lalu, penemuan penting terjadi pada tanggal 20 Agustus 1897. Seorang dokter asal Inggris, Sir Ronald Ross berhasil menemukan bahwa nyamuk betina menularkan malaria kepada manusia. Penemuan bersejarah ini lalu diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia setiap tahunnya.

Penemuan Ross ini sangat sangat bernilai, karena pada masa itu tak ada yang tahu bahwa nyamuk mampu menjadi perantara penularan penyakit malaria. Padahal, saat itu malaria justru menjadi 'pembunuh' utama di negara tropis dan dan beriklim sedang.

Dua puluh tahun sebelum penemuan Ross, dokter Inggris Patrick Manson sempat menemukan bahwa spesies nyamuk Culex dapat membawa cacing gelang filaria ke manusia. Manson dan sejumlah peneliti lainnya lantas beralih fokus pada penyakit malaria.



Seperti dikutip dari Rentokil, pada tahun 1894, Manson meminta Ross ikut meneliti malaria. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian tanpa hasil, Ross akhirnya mampu membuktikan bahwa nyamuk anopheles betina merupakan vektor atau perantara penyakit malaria. Ross menyebut hari penemuan ini sebagai Hari Nyamuk.

Nyamuk anopheles betina masuk dalam kategori hewan yang paling mematikan di dunia. Data terbaru dari Malaria No More menunjukkan 435 ribu orang meninggal karena malaria pada tahun 2017. Serta 219 juta kasus malaria masih terjadi di seluruh dunia setiap tahun.

Malaria ditemukan di lebih dari 100 negara, terutama di daerah tropis, termasuk Indonesia. Sekitar 70 persen dari 'beban' malaria di dunia terkonsentrasi di 11 negara, 10 negara ada di benua Afrika dan India.


Kini, Hari Nyamuk Sedunia ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti malaria, zika, dan demam berdarah dengue.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan meningkatkan kewaspadaan.

Pencegahan penularan penyakit akibat nyamuk ini dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk, mengendalikan populasi nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan.

[Gambas:Video CNN] (ptj/ayk)