5 Penyebab Sering Digigit Nyamuk

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 16:20 WIB
5 Penyebab Sering Digigit Nyamuk Ilustrasi nyamuk (Foto: REUTERS/Josue Decavele)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nyamuk bisa muncul di mana-mana, terlebih kawasan dengan volume air berlimpah. Sebut saja taman-taman kota yang bisa jadi pilihan nongkrong murah. Agenda kongko akhir pekan bisa gagal karena tubuh digigit nyamuk.

Celakanya, sebagian orang disebut lebih mudah menjadi incaran nyamuk. Penyebabnya adalah kondisi darah yang terasa lebih 'enak' bagi nyamuk dibanding orang-orang lain.

Belum ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah tentang sebagian orang yang lebih menggoda nyamuk. Namun, beberapa hal diyakini menjadi faktornya.


1. Golongan darah
Faktor golongan darah tak bisa diubah atau dihindari. Ahli entomologi medis dari University of Florida, Amerika Serikat, Jonathan Day mengatakan bahwa golongan darah O adalah yang paling menarik perhatian nyamuk.

"Ada bukti bahwa satu jenis golongan darah (O)lebih menarik perhatian nyamuk daripada golongan darah lain (A atau B)," ujar Day, mengutip Time.

Mengutip Smithsonian, sebuah studi terkontrol menemukan nyamuk mendarat dua kali lebih sering pada orang bergolongan darah O dibanding mereka yang bergolongan darah A.

2. Pelepasan karbon dioksida
Nyamuk bakal datang menghampiri saat mencium keberadaan karbon dioksida. Pada manusia, karbon dioksida keluar dari tubuh saat mengembuskan napas.

Orang yang lebih sering mengembuskan napas umumnya memiliki tubuh yang besar. Hal ini menjadi alasan mengapa anak kecil jarang digigit nyamuk.

3. Produk metabolisme
Selain karbon dioksida, nyamuk mendekat saat mencium asam laktat, asam urat, amonia, dan zat lain yang dikeluarkan melalui keringat. Bukan hal aneh jika nyamuk hinggap jika Anda malas mandi setelah beraktivitas.

Nyamuk juga menyukai mereka yang memiliki suhu tubuh tinggi. Ini pula yang membuat peminum alkohol tak bisa jauh dari nyamuk. Sebuah studi menyebut, sebanyak 354 bir sudah mampu membuat Anda jadi idaman nyamuk.

Peneliti menduga hal tersebut disebabkan oleh peningkatan kadar etanol yang keluar dari keringat dan peningkatan suhu tubuh.

4. Bakteri pada permukaan kulit
Bakteri dan jamur secara alami hidup di permukaan kulit manusia. Bau yang dikeluarkan bakteri dan jamur menjadi penyebab seseorang mudah mendapat gigitan nyamuk.

Komposisi mikroba yang ada di permukaan kulit bergantung pada apa yang dikonsumsi dan lingkungan sekitar tempat tinggal Anda.

5. Warna baju
Busana berwarna gelap menjadi salah satu penyebab seseorang lebih banyak digigit nyamuk. Pasalnya, warna-warna gelap bakal lebih menonjol, sedangkan warna terang bakal berbaur dengan nuansa cahaya.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)


BACA JUGA