Cara Deteksi Dini Gangguan Tiroid Secara Mandiri

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 06:17 WIB
Cara Deteksi Dini Gangguan Tiroid Secara Mandiri Ilustrasi. Gangguan tiroid bisa dideteksi secara mandiri dengan pengecekan kondisi leher dan kuesioner. (Foto: Istockphoto/Staras)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 17 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan tiroid. Jumlah ini sama dengan 6,5 persen dari total penduduk.

Penting untuk melakukan deteksi dini dengan cara-cara sederhana sebagaimana yang diimbau oleh Pita Tosca, komunitas pejuang tiroid Indonesia. Pendiri sekaligus Ketua Pita Tosca, Astriani Dwi Aryaningtyas menekankan pentingnya pemeriksaan sedini mungkin. Pemeriksaan bisa dilakukan secara mandiri, tanpa bantuan medis.

"Saya suka prihatin kalau ada yang bilang 'Kamu gondongan', padahal beda [dengan gangguan tiroid]. Makanya, sedini mungkin harus diperiksakan," ujar Astriani beberapa waktu lalu. Salah satunya bisa dilakukan dengan #PeriksaLeherAnda, sebuah pemeriksaan yang mendeteksi gejala tiroid melalui leher.


#PeriksaLeherAnda dapat dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan orang terdekat. Berikut beberapa cara mendeteksi gangguan tiroid.

1. Berdiri di depan cermin, arahkan pandangan ke atas sehingga leher terlihat jelas.
2. Lakukan gerakan menelan dan perhatikan bagian bawah jakun.
3. Kali ini lakukan gerakan menelan sambil raba bagian bawah jakun.
4. Perhatikan, jika ada yang mencurigakan atau terasa ada benjolan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Deteksi dengan Kuesioner

Senada dengan Astriani, ahli endokrin, dr Fatimah Eliana Taufik mengatakan, deteksi dini wajib dilakukan. Selain periksa leher, Anda juga bisa menjawab beberapa pertanyaan kuesioner secara mandiri. Anda tinggal menjawab satu per satu pernyataan dengan pilihan jawaban 'ya' atau 'tidak'.

Berikut merupakan kuesioner mandiri hipertiroid:
1. Saya seringkali merasa cemas dan mudah tersinggung.
2. Tangan dan jari saya sedikit gemetar.
3. Kulit dan rambut saya semakin tipis dan kuku saya tumbuh lebih cepat dari biasanya.
4. Denyut jantung saya menjadi lebih cepat.
5. Mata saya tampak melotot dan menonjol.
6. Saya lebih sering berkeringat.
7. Saya sering merasa lemas.
8. Semua bagian tubuh saya rasanya berfungsi lebih cepat, termasuk sering buang air dan metabolisme meningkat. Berat badan saya semakin turun, padahal nafsu makan saya meningkat.
9. Siklus menstruasi saya berubah.

Berikut merupakan kuesioner mandiri hipotiroid:
1. Saya seringkali merasa lelah dan mengantuk, kurang berenergi, dan berstamina.
2. Rasanya kerja otak melambat, sulit berkonsentrasi dan memori saya menurun.
3. Semua bagian tubuh saya terasa melambat, termasuk fungsi buang air dan metabolisme menurun, berat badan saya terus meningkat.
4. Rambut dan kulit saya terasa kering, pucat, dan kuku saya rapuh.
5. Saya sering merasa dingin, bahkan saat orang lain merasa nyaman.
6. Saya berpikir negatif dan merasa tertekan atau depresi.
7. Pergerakan dan reflek saya menjadi lambat.
8. Tekanan darah saya meningkat dan denyut jantung saya melambat.
9. Kadar kolesterol saya meningkat.

Jika jawaban 'ya' pada masing-masing kuesioner mencapai lima atau lebih, Anda disarankan untuk memeriksakan diri secara medis. "Kalau enggak sampai lima, ya, enggak perlu," kata Fatimah.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)