Thailand Memulai Era Safari Gajah yang Lebih Manusiawi

CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 14:42 WIB
Thailand Memulai Era Safari Gajah yang Lebih Manusiawi Objek wisata observasi gajah Chang Chill di Chiang Mai, Thailand. (Dok. Chang Chill)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alam liar menjadi destinasi yang tepat untuk wisata menyaksikan flora dan fauna. Karena dengan datang langsung ke sana, tumbuhan atau hewan tidak perlu meninggalkan habitat aslinya demi kegembiraan turis semata.

Thailand dikenal sebagai Negara Gajah. Tentu saja di sini kawanan gajah menjadi objek favorit untuk dilihat turis.

Namun tak sedikit atraksi wisata gajah yang kurang manusiawi, seperti menunggangi gajah sampai menonton atraksi sirkus gajah.


Bagi yang ingin wisata safari gajah di habitat aslinya, kawasan observasi Chang Chill di Chiang Mai bisa dikunjungi.


Jika biasanya gajah-gajah bisa dilihat turis dari balik kandang, di sini turis bisa berada lebih dekat dengan gajah di habitat aslinya namun tetap dalam jarak yang aman, sehingga gajah tidak merasa disudutkan oleh manusia.

Turis dilarang menunggangi gajah atau menyentuh gajah. Turis juga diberi edukasi mengenai gajah sebelum diantar bertemu dengan kawanan gajah.

Di penghujung hari, turis bisa memandangi kawanan gajah yang mandi melalui air dari selang khusus. Bisa juga ikut memandikan, tapi tetap dari jarak yang tak terlalu dekat.

Bagi yang ingin memberi makan, pengelola mengizinkan turis menyuguhkan tebu, jagung, atau pisang melalui tabung-tabung khusus hingga sampai ke tempat gajah berada.


Selain sebagai tempat yang ramah terhadap gajah, Chang Chill juga bertujuan ramah lingkungan dengan mendaur ulang air dari sungai setempat.

Pawang gajah (mahout) diberi pemukiman yang layak serta dilarang menggunakan tongkat pengait tajam untuk mengarahkan gajah.

Selain di Thailand, di Indonesia turis juga bisa menikmati wisata konservasi gajah yang lebih manusiawi di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau. 

Saat berkunjung ke Tesso Nilo, turis bisa menambah wawasan dan berkenalan langsung dengan Elephant Flying Squad, kawanan gajah-gajah jinak terlatih dan mahoutnya yang bertugas menghalau gajah liar memasuki permukiman warga agar kembali ke habitatnya, sehingga mengurangi konflik antara gajah dan manusia.

(vvn/ard)