Penyebab dan Cara Menghentikan Mata Berair

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 19:44 WIB
Penyebab dan Cara Menghentikan Mata Berair Mata berair tak hanya mengganggu kenyamanan tapi juga merusak penampilan. Kenali beberapa penyebab mata berair untuk terhindari dari penyakit ini.(Foto: morgueFile/imelenchon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada dasarnya mata mempunyai mekanismenya sendiri untuk memproduksi air mata. Ketika mata berkedip, kelenjar pada kelopak mata akan menghasilkan dan menyebarkan lapisan air mata atau tear film. Fungsinya untuk melembapkan indera penglihatan sekaligus menyingkirkan benda-benda asing seperti kotoran atau debu yang masuk ke mata.

Sebenarnya produksi air mata menjadi lebih banyak ketika menguap, tertawa, atau menangis. Akan tetapi, jika mata berair dengan sangat banyak dan terus-menerus, menunjukkan ada gejala yang tidak normal.

Mata berair terjadi karena beberapa faktor. Kondisi itu umumnya dapat terjadi karena kelenjar yang memproduksi lapisan air mata tidak bekerja dengan semestinya.



Ketika mata memproduksi cairan secara berlebih, mata akan menjadi berair. Meski tak membahayakan, tapi mata yang terus-menerus berair dapat sangat mengganggu bahkan rentan mengeluarkan kotoran mata. Dikutip dari berbagai sumber berikut penyebab terjadinya mata berair.

1. Iritasi akibat mata kering

[Gambas:Youtube]

Pergantian musim biasanya berpengaruh pada perubahan kadar kelembapan udara. Misalnya pada saat musim kemarau, suhu yang meningkat ditambah penggunaan AC baik di rumah maupun di dalam kendaraan, bisa membuat mata rentan kering. Mata kering biasanya akan merangsang produksi lapisan air mata secara berlebih sebagai respons alami tubuh.

2. Alergi
Kebanyakan orang tidak sadar mengalami alergi pada mata. Ada juga yang mengabaikannya dan tidak tahu bahwa beberapa alergi juga bisa mempengaruhi indera penglihatan mereka. Reaksi alergi terhadap asap, tungau, debu, bulu binatang, bahkan beberapa makanan tertentu dapat menyebabkan mata berair, merah, dan gatal-gatal.

Umumnya, mata yang berair karena alergi akan disertai oleh gejala tertentu alergi lainnya seperti bersin-bersin, muncul ruam merah pada kulit, hidung tersumbat atau meler. Jika mengalami mata berair yang disebabkan oleh alergi, berikan obat tetes mata yang mengandung antihistamin untuk meredakannya.

3. Konjungtivitis

Penyebab dan Cara Menghentikan Mata Berair [EBG]Konjungtivitis atau mata merah terjadi akibat iritasi pada selaput bening pelapis bagian depan mata. Biasanya mata yang terkena bakteri atau kuman akan memerah dan terasa gatal disertai panas. (Foto: Istockphoto/ia_64)

Konjungtivitis atau yang biasa disebut mata merah adalah kondisi terjadinya peradangan pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata. Saat terjadi peradangan pada pembuluh darah kecil di konjungtiva, bagian mata yang seharusnya berwarna putih akan berubah warna menjadi merah atau merah muda.

Peradangan ini biasanya disebabkan infeksi bakteri atau virus tertentu. Tetapi, reaksi dari beberapa alergi juga bisa memicu mata merah. Konjungtivitis awalnya bisa jadi hanya pada satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam jika tidak segera ditangani akan menjangkiti kedua mata.

Penanganan terbaik pertama untuk mengatasinya adalah tetes dengan cairan air mata buatan yang bersifat mendinginkan, kompres mata dengan lap dingin, dan sering-seringlah cuci tangan.

4. Masalah pada kelopak mata

[Gambas:Youtube]

Kelopak mata adalah bagian dari sistem drainase mata. Jika salah satu kelopak mata mengalami kondisi kelainan seperti kelopak mata membalik ke arah dalam (entropion) atau membalik ke arah luar (ektropion) maka dapat menyebabkan mata berair.

Entropion adalah kondisi kulit kelopak mata yang terbalik atau terlipat ke arah dalam mata sehingga menyebabkan bulu mata menggesek bola mata. Sebaliknya, ektropion adalah kondisi kelopak mata membalik ke arah luar sehingga tepinya tidak menyentuh bola mata. Keduanya rentan membuat mata kering, iritasi, dan berair.


5. Masalah pada kornea mata
Kornea adalah lapisan bening terluar mata yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap kuman, kotoran, atau apa pun yang masuk ke mata. Jika ada benda asing yang mengenai kornea dapat membuat mata berair, seperti partikel debu. Bahkan, kondisi ini juga akan membuat mata menjadi kemerahan, terasa panas atau sakit, dan sensitif terhadap cahaya.

Biasanya kondisi ini berlangsung sementara dan tidak memerlukan penangan khusus. Namun, jika kondisi ini tidak membaik, hal ini bisa menjadi salah satu penyebab mata berair dan Anda perlu segera mengonsultasikannya kepada dokter.

6. Tumbuh bulu mata dalam kelopak

Penyebab dan Cara Menghentikan Mata Berair [EBG]Bulu mata yang normal akan tumbuh ke arah luar kelopak. Namun ada beberapa kasus yang mengalami tumbuh bulu mata ke arah sebaliknya. Reaksi awal yang muncul yakni terasa mengganjal, jika dibiarkan akan merusak kornea mata. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Beberapa kasus mata berair diakibatkan tumbuhnya bulu mata di dalam kelopak (ingrown eyelash). Ketika bulu mata tumbuh mengarah ke dalam kulit, kondisi ini akan menyebabkan nyeri, peradangan, dan tumbuh benjolan. Dampaknya, bakal mengiritasi dan menyebabkan air mata keluar terus-menerus. Jika kondisi ini benar benar terjadi, segeralah periksa ke dokter mata.

Dokter mungkin akan mencabut bulu mata yang tumbuh ke dalam atau menyarankan operasi untuk menghilangkan bulu mata itu secara permanen. Jika menyepelekan dan mengabaikan kejadian ini, Anda justru bisa mendapatkan masalah serius seperti goresan, luka, dan borok pada kornea mata.

7. Bintitan

[Gambas:Youtube]

Hampir semua orang pernah mengalami bintitan atau tembel. Tembel terjadi akibat kelenjar minyak tersumbat sehingga menimbulkan benjolan di kelopak mata. Kelenjar dapat tersumbat karena berbagai alasan, bisa karena kurangnya menjaga kebersihan mata atau adanya kotoran yang menyumbat kelenjar meibom. Kelenjar meibom terletak tepat di belakang bulu mata pada kelopak mata atas dan bawah.

Untuk menangani bintitan adalah dengan kompres hangat. Panas membantu melunakkan kelenjar yang tersumbat dan melepaskan minyak yang tersangkut di dalamnya. Bisa menggunakan handuk hangat atau masker kelopak mata khusus yang dipanaskan.

Obat tetes mata untuk bintitan seringkali hanya bisa melumasi mata dan tidak akan mengurangi ukuran benjolan. Jika kompres hangat tidak kunjung mengecilkan bintitan, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang segera.

8. Efek samping penggunaan riasan mata

Penyebab dan Cara Menghentikan Mata Berair [EBG]Tak hanya mewaspadai masa kedaluwarsa make-up, namun tidak membersihkan tuntas residu make-up yang masih menempel di mata akan menimbulkan infeksi maupun masalah mata lainnya. (Foto: REUTERS/Gleb Garanich)

Make-up kebanyakan diaplikasikan di sekitar mata. Namun produk riasan tersebut justru rentan mengiritasi mata, terutama produk yang dipakai di garis mata (waterline) dan seputarannya, seperti maskara, eyeliner, atau eyeshadow. Padahal itu adalah area kelenjar mata untuk memproduksi minyak. Jika kelenjar itu tersumbat, tak hanya menyebabkan infeksi, tapi juga bintitan. Untuk mengatasinya, hindari menggunakan make-up kedaluwarsa dan selalu bersihkan wajah dan mata hingga segala residu hilang.

Selain itu, penggunaan kontak lensa juga harus dicermati. Jika sudah tidak nyaman digunakan atau menjelang masa kedaluwarsa, lebih baik dibuang. Menggunakan lensa kontak yang expired, terasa mengganjal, atau sobek bisa jadi penyebab mata berair, iritasi, dan meningkatkan risiko infeksi.

(paz/fef)