Deretan Kota Wisata yang Mencari 'Penduduk Bayaran'

agr, CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 09:46 WIB
Deretan Kota Wisata yang Mencari 'Penduduk Bayaran' Ilustrasi. (Kamyq/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu inti dari liburan adalah mencari tempat yang tenang sekaligus memiliki pemandangan yang menyenangkan. Untuk mendapatkannya konsekuensi bagi wisatawan adalah mengeluarkan uang demi lebih.

Sebuah kabar gembira datang dari beberapa tempat di dunia, karena pemerintah setempatnya sedang mencari orang yang bersedia pindah dan mendapat upah. 

Mengutip Lonely Planet, Senin (2/9), berikut adalah empat lokasi yang patut dipertimbangkan:



1. Antikythera, Yunani

Antikythera. (Istockphoto/Charalambos Andronos)

Pulau yang eksotis, lengkap dengan pantai dan air laut yang biru, ini hanya memiliki 40 orang penduduk yang mendiami sebuah desa.

Untuk menghindari 'bencana' kepunahan, saat ini Antikythera mencari orang yang bersedia tinggal di sana dengan kompensasi uang saku sebesar 500 euro (sekitar Rp7,7 juta) per bulan selama tiga tahun pertama.

2. Vermont, Amerika Serikat

Vermont. (Istockphoto/SeanPavonePhoto)

Cukup mengejutkan ketika Vermont masuk dalam daftar yang jumlah penduduknya sedikit, bahkan mencari orang untuk mengisinya dengan imbalan US$5.000 (sekitar Rp70 juta) per tahun selama dua tahun. Padahal daerah ini terbilang cukup asri, lengkap dengan danau dan hutan.

3. Santiago, Chile

Chile. (Istockphoto/erlucho)

Jika Vermont dan Antikythera mencari penduduk karena populasi warga yang terus menurun, Santiago justru mencari penduduk untuk mengembangkan dunia industri berbasis teknologi.

Bagi siapa saja yang merasa memiliki kemampuan di bidang teknologi, Chile menyiapkan uang sebesar US$40 ribu (sekitar Rp567 juta) untuk pindah dan mewujudkan ide bisnisnya.


4. Sisilia, Italia

Sisilia. (Istockphoto/wsfurlan)

Sisilia bisa ditempuh dalam satu jam perjalanan dari Palermo. namun yang menyedihkan dari kota bersejarah ini, harga sebuah rumah jauh lebih murah ketimbang segelas espresso, yaitu kurang dari Rp20 ribu untuk membeli rumah.

Pihak pemerintah kota memutar otak agar kota ini bisa hidup kembali, yakni dengan menyediakan rumah bagi pemilik yang berkomitmen untuk tinggal.


[Gambas:Video CNN]

(ard)