Botol 'Granat Star Wars' Bikin Heboh Bandara

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 18:15 WIB
Botol 'Granat Star Wars' Bikin Heboh Bandara Star Wars: Galaxy's Edge di Disneyland Anaheim, Amerika Serikat. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Keamanan Penerbangan (TSA) akhirnya mencabut larangan atas botol minuman soda edisi khusus taman hiburan Star Wars di Anaheim dan Orlando.

Sebelumnya ramai diberitakan kalau turis yang hendak naik pesawat dilarang membawa pulang botol minuman soda berbentuk bulat yang mirip droid dalam film Star Wars itu.

Botol minuman soda itu dijual terbatas di taman hiburan Star Wars Galaxy's Edge yang beroperasi di Disneyland Anaheim dan Orlando, sehingga banyak turis yang membawanya pulang sebagai oleh-oleh.



Larangan itu diketahui setelah ada netizen yang bertanya melalui akun Twitter TSA.

"Apakah saya boleh menyimpan benda ini dalam tas?" tulis sang netizen sambil menunjukkan foto botol minuman soda itu.

"Terima kasih telah bertanya. Namun replika bahan peledak dilarang dibawa selama penerbangan," jawab TSA.

Jawaban TSA itu langsung mendapat kritik tajam dari netizen yang merasa kalau aturan tersebut berlebihan.

Turis juga ikut marah-marah karena diberitahu petugas bandara harus membuang botol minuman imut itu.

Dikutip dari CNN Travel pada Selasa (3/9), saat ini larangan itu resmi dicabut dan botol minuman menggemaskan itu bisa dibawa turis dalam penerbangan.

[Gambas:Instagram]


"Kami telah melakukan analisa dan saat ini kami menginstruksikan petugas untuk memperlakukan benda ini sebagai cairan dalam bentuk besar. Karena botol-botol itu mengandung cairan lebih besar dari 3,4 ons (100 mililiter), botol-botol itu harus dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar atau dikosongkan untuk dibawa sebagai barang bawaan," kata juru bicara TSA.

Seharga US$5,49 (sekitar Rp78 ribu), botol-botol tersebut adalah salah satu suvenir termurah yang tersedia di Galaxy's Edge.

Botol minuman soda itu kini menjadi suvenir terlaris sehingga Disney membatasi tamu untuk hanya bisa membeli tiga botol per transaksi untuk mencegah penimbunan.

(ard/ard)