Mengenal Diet Ketofastosis, Kombinasi Keto dan 'Puasa'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 18:11 WIB
Mengenal Diet Ketofastosis, Kombinasi Keto dan 'Puasa' Diet ketofastosis diklaim lebih ampuh turunkan berat badan ketimbang hanya melakukan diet keto.Foto: Istockphoto/ThitareeSarmkasat
Jakarta, CNN Indonesia -- Diet keto kian populer. Sejumlah pelaku diet mengaku merasakan manfaat penurunan berat badan yang cukup banyak setelah melakukan diet rendah karbohidrat tersebut. Di tengah kepopuleran, diet keto kini memiliki 'kembaran' bernama diet ketofastosis.

Sedikit berbeda dengan diet keto, diet ketofastosis merupakan perpaduan antara diet keto dan fastosis. Diet keto sendiri merupakan diet dengan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Sedangkan fastosis merupakan singkatan dari fasting on ketosis atau puasa dalam keadaan ketosis.

Mengutip Healthline, dalam keadaan biasa, tubuh menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar penghasil energi, namun dalam keadaan ketosis, tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar, termasuk lemak 'membandel' dalam tubuh. Kondisi ketosis ini lebih mungkin tercapai bila Anda menjalani diet keto, sebab diet ini akan 'memaksa' tubuh untuk mengasup lebih banyak lemak ketimbang karbohidrat.



Ada beberapa metode puasa yang dijalankan dalam diet ketofastosis, salah satu yang populer ialah metode 16/8. Dalam metode 16/8, Anda boleh makan selama 8 jam sebelum berpuasa selama 16 jam. Metode puasa ini mirip dengan diet OCD.

Salah satu efek 'langsing' yang ditawarkan dari kombinasi diet keto dengan puasa fastosis ialah kehilangan lebih banyak lemak dalam tubuh, ketimbang bila Anda hanya menjalankan diet saja atau puasa saja.

Klaim tersebut dibuktikan dalam sebuah studi selama delapan minggu pada 34 pria. Mereka yang mempraktikkan puasa fastosis 16/8 berhasil mengurangi lemak 14 persen lebih banyak ketimbang mereka yang mengikuti pola makan normal. Tinjauan dari 28 studi juga menyebut, pelaku diet ketofastosis kehilangan 3,3 kilogram lebih banyak lemak ketimbang mereka yang hanya melakukan diet rendah kalori.

Selain itu, puasa fastosis membuat diet keto menjadi lebih maksimal, dengan cara meningkatkan energi serta mempertahankan masa otot. Bila dilakukan secara benar, diet ketofastosis juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk cepat merasa kenyang.

Pada orang sehat yang ingin menurunkan berat badan, diet ketofastosis yang dilakukan dengan benar dalam kurun waktu tertentu umumnya tak menimbulkan efek samping pada kesehatan. Namun, di hari-hari pertama menjalankan diet ini, ada beberapa kasus kelelahan, cepat marah, atau makan berlebihan di hari-hari tidak puasa. Ini dianggap sebagai bagian dari adaptasi tubuh dalam mengatur metabolisme.


Namun, terlepas dari efek sehat yang dijanjikan, diet ketofastosis tidak disarankan untuk wanita hamil, orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau penyakit jantung, tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Termasuk untuk diterapkan dalam jangka panjang.

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Eropa di Munich, Jerman, oleh Prof. Maciej Banach dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia menjelaskan adanya hubungan diet rendah karbohidrat dalam jangka panjang dengan menurunnya kondisi kesehatan.

"Dalam jangka waktu pendek, ini berguna untuk menurunkan berat badan. Tapi penelitian menunjukkan, dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan kanker," katanya.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)


BACA JUGA