Curhatan Ojol Ketika Harus Antre Boba 2 Jam

tim, CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 10:14 WIB
Curhatan Ojol Ketika Harus Antre Boba 2 Jam ilustrasi pesanan makanan online (Dok. Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siang hari, segelas boba drink yang dingin dan kenyal pasti sangat menyegarkan. Namun Anda mungkin harus menahan keinginan ini karena membayangkan antreannya saja sudah bikin malas.

Waktu istirahat kntor tak bakal cukup hanya untuk pergi ke mal dan mengantre boba. Kalau sudah begini, ojek online pasti jadi alternatif utama. Selain bisa irit waktu, Anda pun tak perlu capek mengantre di gerai.

Gerai-gerai minuman boba pun jadi ramai dengan ojek online atau ojol. Mereka mengantre cukup lama untuk memenuhi pesanan pelanggan.


"Banyak banget yang order itu, minuman-minuman apa tuh. Antrenya panjang banget," kata Suparman (bukan nama sebenarnya), salah satu pengemudi ojek online kepada CNNIndonesia.com.

"Parah antrenya. Bisa sampai dua jam sendiri cuma untuk beli minuman itu."


Tak cuma Suparman, namun antrean panjang ini juga dirasakan oleh Nanda, Abdul, Deni, Didi, dan Budi, supir ojol lainnya yang kerap menerima pesanan boba drink.

"Wah ngantrenya panjang banget. Coba aja hitung dari pertama kali pesan sampai sekarang datang pesanannya," kata Budi.

"Tapi lebih mending antrean minuman sih dibanding makanan. Minuman bisa 30-45 menit, makanan lebih lama," kata Nanda.

"Apalagi kalau ada cashback bisanya rame, panjang banget."

ilustrasi bobaFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
ilustrasi boba

Curhatan serupa juga diungkapkan Abdul. Namun dia lebih memilih untuk mengambil pesanan makanan dibanding mengantre minuman boba. Dia mengungkapkan antrean akan lebih lama jika sedang ada promo.

"Antrenya kalau promo bisa dua jam. Kalau makanan paling cum satu jam setengah. Minuman chatime gitu sering."

Meski antrean minuman boba yang panjang, para supir ojol ini pun juga seringkali mendapat keluhan dari pelanggan karena pesanan yang datang terlalu lama.

"Kadang juga dikomplain dari pelanggan, belum terima, atau belum jalan, padahal masih ngantre."

Untuk menghindari adanya keluhan tersebut, Deni mungkin harus belajar dari Suparman. Setiap kali mendapat pesanan minuman boba kekinian yang harus mengantre lama, Suparman selalu menggunakan fitur chat di aplikasi. Dia akan mengatakan bahwa antrean sangat panjang sehingga butuh waktu lama untuk pesan dan mengntrkan pada pelanggan.

"Kalau pelanggannya mau nunggu ya saya antre, kalau enggak mau nunggu ya bisa dicancel saja."


Hanya saja diakui para driver ojol ini, antre dalam waktu lama ini bukan cuma 'mengkhawatirkan' bagi pelanggan, tapi juga bagi para driver. Pasalnya, jika mengambil pesanan minuman boba dan butuh waktu antre yang lama, ini berarti mereka juga akan kehilangan waktu banyak yang bisa dipakai untuk 'ngojek.'

"Kalau di jam sibuk sayang waktunya. Belum lagi parkir masuk dan nyari-nyari tempatnya," kata Deni.

"Iya, sayang waktunya. Biasanya saya enggak mau ambil kalau lagi jam sibuk. Jam sibuk kan ada tiga kali, nah saya enggak mau ambil di jam-jam itu. Kalau udah ngantre panjang, enggak bisa dibatalin, jadi buang-buang waktu ngantre doang," tambah Suparman.

Untuk menyiasati hal tersebut, Suparman dan Deni memilih untuk mencari waktu-waktu di luar jam sibuk ojek untuk mengambil pesanan makanan atau minuman boba. Namun Deni juga menambahkan kalau dia biasanya lebih memilih untuk mengambil order food di hari libur kantor, sabtu dan minggu.

"Karena kalau udah kita oke-in kan enggak bisa dicancel. Ya mau gimana lagi, mau enggak mau harus kita kerjain sampe kelar, Ngantre-ngantre deh, yang penting poin dan performa ojek enggak turun. Karena kalau udah turun bisa gawat, capek kerja seharian tapi bonus enggak keluar," uap Suparman sambil tertawa.

"Ya udah risiko sih dari awal kalo ngambil pesanan itu ya harus diselesain."

Tak dimungkiri, para driver ini bercerita bahwa pesanan minuman boba dan makanan akan mendapatkan poin yang lebih tinggi dibanding dengan bike.

Tak pernah coba

Meski sering mengantre minuman boba yang tengah hit saat ini, namun kebanyakan dari mereka belum pernah mencoba apa itu boba dan bagaimana rasa minuman degan antrean panjang itu.

"Belum pernah coba," kata Didi, Suparman, dan Nanda.

ilustrasi bobaFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
ilustrasi boba

Nanda mengaku tak tahu sebelumnya apa itu boba. Dia jadi tahu boba karena pesanan yang kerap masuk di aplikasinya. 

"Bukannya enggak bisa beli, tapi sayang saja. Harganya lumayan (mahal). Mending uangnya buat yang lain," ucap Suparman.

"Pernah sih ada yang ngasih, tapi kan enggak selalu. Enggak bisa berharap juga. Karena enggak semua orang mikirin 'wah panjang nih antrenya,' kebanyakan hanya ya kan udah risikonya jadi ojol."

Berbeda dengan keduanya, Didi sempat menolak ketika diberi segelas boba untuk dicicipi setelah dia berjuang untuk mengantre di gerai boba populer di kawasan Kemang.

"Enggak usah, nanti saya mabuk," katanya sambil bercanda.


ilustrasi pesanan ojek online makananFoto: Dok. Grab Indonesia
ilustrasi pesanan ojek online makanan
(chs)